Triwulan I-2022, WSKT Rugi Rp 830,6 Miliar

- Pewarta

Rabu, 1 Juni 2022 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)/Dok

Foto ilustrasi: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)/Dok

MEDIA EMITEN – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencatatkan rugi bersih Rp 830, 63 miliar pada triwulan I-2022, atau membengkak 1.704% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang hanya tercatat Rp 46,095 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2022 tanpa audit emiten karya BUMN ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Selasa 31 Mei 2022.

Namun pendapatan usaha tumbuh 2,8% menjadi Rp 2,748 triliun. Di sisi lain, pendapatan jasa konstruksi sebesar Rp 1,991 triliun, atau turun 12,7% dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 2,281 triliun. Bahkan penjualan beton cetak anjlok 83,6%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bunga dari jasa konstruksi melonjak 565% menjadi Rp 426,33 miliar. Senada, pendapatan jalan tol tumbuh 21,7% menjadi Rp213,23 miliar. Demikian juga dengan pendapatan properti naik 138,4% menjadi Rp 62,732 miliar.

Walau beban pokok pendapatan bengkak 2,24% menjadi Rp2,418 triliun, tapi laba kotor tumbuh 7,5% menjadi Rp329,66 miliar.

Sayangnya, beban umum administrasi bengkak 101,7% menjadi Rp 585,1 miliar.  Lalu, pemulihan piutang menyusut 14,98% menjadi Rp 227,4 miliar. Bahkan, perseroan harus mencatatkan beban lain lain senilai Rp 4,77 miliar, sedangkan akhir Maret 2021 justru mencatatkan pendapatan lain lain yang berasal dari non operasional senilai Rp 385,34 miliar.

Kian tertekan, beban keuangan naik 10,73% menjadi Rp 980,92 miliar. Pada sisi lain, entitas asosiasi membebani rugi senilai Rp 114,46 miliar, atau bengkak 60,56% dibandingk kuartal I 2021. Dampaknya rugi sebelum pajak bengak 799% menjadi Rp 899,79 miliar.

Sementara itu, aset menyusut 1,4% menjadi Rp102,11 triliun karena kewajiban turun 2,3% menjadi Rp 86,081 triliun.

Sementara itu,  kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp 144,68 miliar, karena penerimaan dari pelanggan anjlok 41,96%sisa Rp 3,197 triliun.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru