Laba Bersih Saratoga Melesat 208% Jadi Rp 3,6 Triliun

- Pewarta

Senin, 2 Mei 2022 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Sandiaga Uno salah satu pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Tbk/IST

Foto ilustrasi: Sandiaga Uno salah satu pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Tbk/IST

MEDIA EMITEN – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp 3,6 triliun pada triwulan I 2022 atau naik 208% secara tahunan (year on year/yoy).

Presiden Direktur Saratoga Michael William P Soeryadjaja dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, nilai pasar sejumlah portofolio investasi perseroan terus menguat seperti periode semester II 2021.

Kenaikan harga dari portofolio saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi katalis utama kenaikan NAV Saratoga pada kuartal I 2022 ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada triwulan I 2022 Saratoga memperoleh pendapatan dividen sebesar Rp141 miliar dari PT Provident Agro Tbk. (PALM) dan Deltomed. Kinerja positif perseroan di awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi investasi Saratoga di sektor-sektor kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat optimal,” kata Michael.

SRTG ini juga mencatat nilai aktiva bersih atau Net Asset Value (NAV) sebesar Rp60,9 triliun pada kuartal I 2022 atau tumbuh 89 persen (yoy) dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 32,2 triliun.

Menurut Michael, pada 2022 kondisi perekonomian masih menghadapi beragam tantangan. Pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya tuntas dan gejolak harga energi telah mendorong naiknya inflasi di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Saratoga terus mencermati situasi yang terjadi, mengingat tren kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan inflasi di dalam negeri juga terus meningkat. Salah satu prioritas utama Saratoga saat ini adalah memastikan bahwa setiap sumber daya perseroan dialokasikan secara efisien dan efektif untuk mendukung strategi bisnis kami,” jelasnya.

Saratoga, ujarnya, berupaya menjaga rasio biaya dan utang pada tingkat sehat, dimana biaya operasional tahunan terhadap NAV sebesar 0,3 persen dan nilai pinjaman bersih sebesar 4,7 persen dari NAV.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan akan tetap melanjutkan rencana investasi di sejumlah sektor strategis seperti industri teknologi digital, pelayanan kesehatan, energi terbarukan, dan konsumer yang terus mendapatkan momentum bertumbuh sejak pandemi terjadi lebih dari dua tahun lalu.

Menurut Devin, setiap tahun Saratoga mengalokasikan dana sekitar 100 juta – 150 juta dolar AS, baik untuk investasi di perusahaan baru atau pada portofolio yang sudah ada.

Pada 2022, sektor teknologi digital, pelayanan kesehatan, energi terbarukan, dan konsumer menjadi perhatian Saratoga karena potensi pertumbuhan masih sangat tinggi dalam jangka panjang.

“Tentunya setiap investasi akan dilakukan secara terukur, disiplin dan pada sektor-sektor yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan neraca keuangan yang sehat, kami optimis dapat memaksimalkan setiap peluang investasi yang mampu memberikan peningkatan nilai perusahaan yang optimal dalam jangka panjang,” kata Devin.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru