MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup turun tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Imbal hasil obligasi AS (yield) tenor 10 tahun memanas hingga level 2,83% membebani saham-saham pertumbuhan terkemuka menjelang data inflasi penting.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 413,04 poin atau 1,19% menjadi US$ 34.308,08 poin. Indeks S&P 500 jatuh 75,75 poin atau 1,69% menjadi berakhir di 4.412,53 poin. Nasdaq Composite anjlok 299,04 poin atau 2,18% menjadi 13.411,96 poin.
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan teknologi masing-masing terperosok 3,11% dan 2,6% , memimpin penurunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada peningkatan imbal hasil yang terutama mempengaruhi saham teknologi dan pertumbuhan lainnya, dan kemudian ada penjualan resesi/perlambatan ekonomi yang mempengaruhi saham energi dan berbagai saham material,” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun melayang di dekat level tertinggi tiga tahun menjelang data inflasi utama yang diharapkan pada Selasa waktu setempat.
Federal Reserve AS telah berjanji untuk secara agresif mengatasi inflasi yang panas, dan sebagian besar pelaku pasar memperkirakan serangkaian kenaikan suku bunga 50 basis poin dari bank sentral dalam beberapa bulan mendatang.
Laporan IHK Departemen Tenaga Kerja diharapkan pada Selasa untuk tanda-tanda gelombang inflasi telah mencapai puncaknya. Analis memperkirakan laporan tersebut akan menunjukkan pertumbuhan harga konsumen 8,5% tahun-ke-tahun, angka terpanas sejak 1981.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Perselisihan geopolitik yang sedang berlangsung juga membantu mendorong pelarian ke tempat yang aman.
Ukraina mengatakan pihaknya memperkirakan Rusia akan meluncurkan serangan baru yang besar segera setelah konflik paling serius di Eropa sejak perang Balkan tahun 1990-an berlanjut, meskipun negosiasi damai sedang berlangsung.
Musim laporan keuangan kuartal pertama akan dimulai akhir pekan ini, dengan diawali oleh bank-bank besar.
Saham Twitter Inc naik 1,7% setelah pemegang saham terbesarnya, pemimpin Tesla Inc Elon Musk menolak tawaran perusahaan media sosial itu untuk bergabung dengan dewan direksinya.
Baca Juga:
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
Coda Perluas Upaya Pencegahan Penipuan melalui Kampanye Terbaru Guard Your Game
Adapun Tesla, data menunjukkan penjualan kendaraan listriknya jatuh di China bulan lalu karena upaya negara itu untuk mengekang wabah COVID-19, mengirim sahamnya tergelincir 4,8%.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,03 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,71 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.







