Wall Street Jatuh Tertekan Risalah The Fed

- Pewarta

Kamis, 7 April 2022 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan penurunan tajam antara lain pada saham-saham teknologi. Risalah pertemuan Federal Reserve Maret untuk memerangi inflasi menjadi sentimen pasar semalam.

Pada 15-16 Maret para pembuat kebijakan The Fed berkumpul terkait rencana untuk memotong neraca besar-besaran bank sentral secepatnya bulan depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average berkurang 144,67 poin atau 0,42% menjadi 34.496,51 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 43,97 poin atau 0,97% menjadi 4.481,15 poin. Nasdaq Composite anjlok 315,35 poin atau 2,22% menjadi ditutup di level 13.888,82 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing tergelincir 2,63% dan 2,55%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor utilitas terangkat 2%, menjadikannya kelompok berkinerja terbaik.

“The Fed bertekad untuk mengendalikan inflasi, dan kami hanya berharap dan berdoa bahwa akan ada soft landing ekonomi dan bukan hard landing yang mengirim kita ke dalam resesi,” kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder.

Indeks Wall Street telah turun tajam untuk hari kedua berturut-turut sebelum risalah yang diawasi ketat, karena investor terus mencerna pernyataan Brainard sejak Selasa (5/4/2022).

Brainard mengatakan dia mengharapkan kombinasi kenaikan suku bunga dan pengurangan neraca yang cepat untuk membawa kebijakan moneter AS ke “posisi yang lebih netral” akhir tahun ini.

Prospek Fed yang lebih hawkish menyebabkan awal tahun yang sulit untuk ekuitas, dan khususnya saham teknologi dan pertumbuhan yang valuasinya lebih rentan terhadap imbal hasil obligasi yang lebih tinggi. Krisis Ukraina telah menambah kekhawatiran, terutama tentang memburuknya inflasi karena harga-harga komoditas melonjak.

Sekitar 12,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 13 miliar selama 20 sesi terakhir.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB