Penyerapan KUR di Timika Sangat Tinggi

- Pewarta

Jumat, 28 September 2018 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Cabang BRI Timika Sukarno di Timika mengatakan tahun ini BRI Timika ditargetkan menyalurkan KUR.

Kepala Cabang BRI Timika Sukarno di Timika mengatakan tahun ini BRI Timika ditargetkan menyalurkan KUR.

Mediaemiten.com, Timika – Penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BRI Cabang Timika dinilai tinggi mengingat pada akhir Agustus 2018 sudah terserap hampir 100 persen.

Kepala Cabang BRI Timika Sukarno di Timika, Jumat (28/9/2018), mengatakan tahun ini BRI Timika ditargetkan menyalurkan KUR dengan alokasi Rp30-an miliar kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Akhir Agustus lalu sudah terserap hampir 100 persen. Daya serap KUR di Timika memang paling tinggi,” kata Sukarno.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis KUR yang disalurkan BRI yaitu KUR mikro dengan plafon mencapai Rp25 juta dan KUR retail dengan plafon lebih dari Rp25 juta hingga Rp500 juta.

Melalui penyediaan skim KUR tersebut, pihak BRI juga menjalin kerja sama dengan Departemen Social & Local Development PT Freeport Indonesia melakukan pembinaan Mama-mama Papua pelaku usaha penjualan pinang (pondok pinang).

Melalui kerja sama dengan pihak PT Freeport itu, BRI juga membina sejumlah pelaku UMKM yang bergerak di bidang usaha mini market.

“Dalam konteks pembiayaan ini, kami tetap memperhatikan disiplin usaha dari UMKM sehingga dana yang dikucurkan benar-benar dikelola dengan baik mengingat KUR merupakan dana milik masyarakat, bukan dana subsidi dari pemerintah. Pemerintah hanya mensubsidi bunga KUR yaitu 7 persen sehingga perbankan bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan usahanya,” jelas Sukarno.

Meski menilai penyerapan KUR di Timika cukup bagus, namun secara umum penyerapan kredit komersial lainnya oleh BRI cukup terdampak dari adanya kebijakan pemutusan hubungan kerja/PHK massal ribuan karyawan PT Freeport dan perusahaan subkontraktornya pada 2017.

“Dampak kondisi yang terjadi di Freeport tahun lalu itu sampai sekarang sangat berdampak. Penyaluran kredit dan lain-lain sekarang ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” jelas Sukarno. (eva)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB