Kurs Dolar Stabil karena Dampak Kenaikan Suku Bunga Fed Memudar

- Pewarta

Kamis, 27 September 2018 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurs dolar AS meningkat  karena para investor terus mencerna laporan ketegakerjaan AS untuk September.

Kurs dolar AS meningkat karena para investor terus mencerna laporan ketegakerjaan AS untuk September.

Mediaemiten.com, Tokyo – Kurs dolar AS stabil terhadapnya mata uang utama lainnya pada awal perdagangan Kamis (27/9/2018), karena dorongan dari kenaikan suku bunga Federal Reserve AS memudar.

Sementara penurunan imbal hasil surat utang pemerintah AS mengurangi dukungan terhadap greenback.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya sedikit berubah menjadi 94,261 setelah meningkat tipis 0,15 persen, Rabu (26/9/2018) malam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti yang diperkirakan, The Fed menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada Rabu (26/9/2018). The Fed masih meramalkan kenaikan suku bunga lainnya pada Desember, tiga kali lagi tahun depan, dan satu kenaikan pada 2020.

Bank sentral juga menghapus referensi dalam pernyataannya untuk kata “akomodatif”, meskipun Ketua The Fed Jerome Powell kemudian mengatakan kebijakan masih akomodatif. The Fed secara bertahap menaikkan suku bunganya sejak akhir 2015 dari tingkat hampir nol.

Imbal hasil surat utang jangka panjang pemerintah AS menurun menyusul pengetatan The Fed, mundur kembali dari tertinggi empat bulan 3,11 persen awal minggu ini, dengan beberapa investor berpikir untuk bertaruh The Fed akan mengisyaratkan pengetatan moneter lebih cepat.

Dolar AS merosot terhadap yen setelah menurunnya imbal hasil surat utang AS. Greenback sedikit berubah pada 112,76 yen, setelah tergelincir dari tertinggi dua bulan 113,145 pada Rabu (26/9/2018).

“Pertemuan The Fed tidak memberikan arah yang kuat untuk mata uang. Ini karena pandangan-pandangan ekonomi pembuat kebijakan dan pandangan mereka tentang kenaikan suku bunga hingga 2020 sebagian besar sesuai dengan perkiraan,” kata Junichi Ishikawa, ahli strategi valas senior di IG Securities.

“Sementara itu, dolar AS telah melakukan defensif terhadap yen karena penurunan imbal hasil surat utang dan ekuitas yang lebih lemah.”Saham-saham Wall Street membalikkan kenaikan awal dan berakhir sedikit lebih rendah pada Rabu (26/9/2018).

Euro naik 0,05 persen menjadi 1,1749 dolar AS setelah menurun 0,2 persen hari sebelumnya. Pound sedikit berubah pada 1,3172 dolar AS setelah melemah 0,1 persen semalam.

Mata uang pasar negara-negara berkembang seperti peso Meksiko dan rand Afrika Selatan mempertahankan keuntungan mereka setelah naik semalam, dibantu bahwa proyeksi kenaikan suku bunga The Fed sejalan dengan ekspektasi.

Indeks MSCI untuk mata uang negara berkembang naik 0,1 persen setelah naik 0,2 persen pada Rabu (26/9/2018). (pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru