OJK Dorong Optimalisasi Sekuritisasi Aset, Alternatif Pembiayaan Pasar Modal

- Pewarta

Kamis, 25 Maret 2021 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)/Dok

Foto ilustrasi: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)/Dok

MEDIA EMITEN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong optimalisasi produk sekuritisasi aset, hal ini melihat semakin terbukanya pembiayaan di pasar modal.

“Saat ini pembiayaan keuangan di Indonesia masih didominasi oleh sektor perbankan, namun dengan adanya instrumen alternatif seperti sekuritisasi aset maka diharapkan akan menambah alternatif sumber pembiayaan lain bagi para pelaku ekonomi baik pelaku korporasi maupun pelaku UMKM di Indonesia,” kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Hoesen di Jakarta, yang dikutip mediaemiten.com.

Menurut Hoesen, ketentuan terkait sekuritisasi aset telah diatur dalam POJK Nomor 65/POJK.04/2017 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan POJK Nomor 23/POJK.04/2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) dan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA SP) merupakan produk investasi yang saat ini sudah beredar di pasar modal Indonesia, merupakan produk hasil sekuritisasi aset keuangan yang diubah dalam suatu bentuk instrumen efek yang dapat memberikan likuidtas sehingga menjadi lebih mudah untuk diperdagangkan.

Aset keuangan dalam sekuritisasi aset sendiri dapat berupa tagihan kredit, tagihan yang timbul di kemudian hari, pemberian kredit termasuk KPR atau apartemen, pendapatan di masa mendatang, arus kas di masa mendatang, efek bersifat utang, serta aset keuangan lainnya.

”Pada 2021, terdapat sembilan produk KIK EBA dengan total dana kelolaan Rp 4,87 triliun,” tuturnya.

Nilai produk KIK EBA ini cukup terdampak signifikan di 2020 akibat pandemi Covid-19, yaitu mengalami penurunan sebesar 28 persen dari Rp 6,78 triliun pada Desember 2019 menjadi Rp 4,87 triliun pada Desember 2020.

“Pada triwulan pertama 2021 tercatat Rp 4,81 triliun,” ujar Hoesen.

Sementara itu untuk EBA SP, mengalami perkembangan yang cukup positif di mana rata-rata pertumbuhan total dana kelolaanya mencapai 23% setiap tahunnya.

Per Maret 2021, terdapat tujuh produk EBA SP dengan total dana kelolaan Rp 4,4 triliun.

”Kami berkeyakinan bahwa keberadaan sekuritisasi aset melalui KIK EBA dan EBA SP mampu memberikan kontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi Indonesia pada umumnya dan upaya pengembangan serta penganekaragaman instrumen di industri pasar modal pada khususnya,” kata Hoesen.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, aktivitas di pasar sekuritisasi aset di Indonesia saat ini masih belum berkembang baik dari sisi suplai maupun sisi permintaan.

Menurutnya, saat ini, originator di Indonesia masih terbatas pada BUMN dan perbankan. 

Underlying asset-nya sebagian besar masih berupa kredit perumahan, sementara yang berupa future cash flow, kredit komersial, dan aset keuangan lainnya masih sedikit.

Destry menambahkan, dari sisi permintaan atau investor, saat ini masih banyak yang belum akrab dengan instrumen sekuritisasi aset, baik investor institusional maupun investor ritel.

Berbagai program pembangunan yang telah dibiayai melalui APBN atau APBD maupun pihak swasta, masih memerlukan sumber pembiayaan inovatif lainnya, salah satunya adalah melalui sekuritisasi aset. (wan)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru