Pemerintah Harus Miliki Perencanaan Matang, Bangkitkan Komoditi Gula

- Pewarta

Senin, 27 Juli 2020 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid mendorong pemerintah mempunyai target ketahanan pangan terutama di bidang komoditi gula. Hal ini diungkapkannya saat mengikuti kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020).

“Secara historis Indonesia pada jaman Belanda menjadi salah satu penghasil dan eksportir gula terbesar di dunia. Tapi sejak Indonesia merdeka malah jadi importir gula terbesar. Impor gula kita saat ini mencapai 4,2 juta ton pertahun dari kebutuhan sekitar 6,3 juta ton,” ungkapnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menambahkan, 3,3 juta ton adalah gula konsumsi langsung masyarakat, sisanya 3 juta ton adalah untuk gula industri makanan dan minuman. Dalam konteks ketahanan pangan nasional maka impor yang terlalu besar itu sangat berbahaya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan, negara boleh impor, namun tidak terlalu banyak. Jika keberlanjutan pasokan bergantung pada dunia luar dan kemudian terjadi sesuatu semisal perang atau pandemi Covid-19 seperti ini, masing-masing negara itu mengutamakan nasional security-nya. Pada akhirnya meskipun negara punya uang namun komoditas yang akan dibeli tidak tersedia.

“Dari sisi ekonomi, praktek impor akan menggerus cadangan devisa negara, kita ingin surplus transaksi berjalan dan perdagangan di non migas, tapi pada sisi lain malah hobinya melakukan impor dan tidak melakukan penataan di hulu maupun dalam negerinya. Menurut saya soal impor gula ini sudah lampu merah,” tandas Nusron.

Dari sisi on farm dan off farm harus terpadu, dimana pada penanaman tebu oleh petani harus meningkat melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi lahannya. Mulai dari irigasi, budidaya bibit tebu yang baik sehingga menghasilkan tebu yang maksimal. Pada sisi off farm pabriknya harus ditingkatkan, rendemennya harus diperbaiki.

“Petani juga berfikir jika lahannya ditanami tebu yang masa panennya setahun sekali, berapa yang dihasilkan. Sebaliknya jika ditanami jagung bisa panen setahun tiga kali berapa pula hasilnya. Jika komoditas yang lain lebih menghasilkan, maka petani akan beralih tapi jika sama hasilnya maka petani akan memilih tebu karena lebih mudah perawatannya lebih mudah ketimbang tanaman lainnya,” jelasnya.

Soal impor gula yang menyebabkan harga tebu di petani anjlok, Nusron beranggapan itu akibat ketidakdisiplinan pemerintah terutama menteri perdagangan yang kurang memahami masa panen tebu petani. Komoditas yang tergantung pada cuaca atau musim tanam maka ketika musim panen pemerintah jangan lakukan impor, tapi ketika paceklik bolehlah impor. (dpr)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru