Upaya Pemkot Tangsel Menekan Penyebaran Covid-19 Diapresiasi

- Pewarta

Rabu, 22 Juli 2020 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai, yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran akan bahaya Covid-19 sudah benar. Dimana seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) aktif terlibat mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya lihat tadi, data-data yang ditampilkan, semua SKPD dilibatkan. Mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan dinas lainnya. Menurut saya, ini hal positif yang perlu ditingkatkan di masa mendatang,” ucap Saleh saat ditemui disela-sela pertemuan dengan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Dyani beserta jajaran, juga dihadiri mitra kerja Komisi IX DPR RI di Kantor Wali Kota Tangsel, Jumat (17/7/2020).

Dari pemaparan yang diungkapkan Wali Kota Tangsel, istilah-istilah dalam penanganan Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah pusat cukup membingungkan ketika akan diterapkan di daerah. Saleh berpandangan bahwa itu menunjukkan koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah masih belum terjalin dengan baik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terbukti dengan istilah-istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tadi, seperti PSBB yang dinormalkan, new normal, atau adaptasi dan lain sebagainya, dia (airin) dalam menangani penyebaran Covid-19, tidak memakai (istilah) di sini. Wali Kota Tangsel ini menyebut bahwa di dalam undang-undang, tidak ada istilah-istilah seperti itu,” terangnya.

Selanjutnya, politisi Fraksi PAN ini turut mengkritisi ketersediaan alat pelindung diri (APD) awal masa penanganan Covid-19. Dimana, kekurangan APD, masker, hand sanitizer dan lainnya juga dirasakan oleh tenaga kesehatan di Tangsel. Padahal, Tangsel jaraknya sangat dekat dengan Ibu Kota Jakarta. “Jadi ini menurut saya satu hal yang perlu dicermati, kedepan ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, Saleh juga berkomentar terkait temuan dan keluhan yang disampaikan Wali Kota Tangsel, dimana data-data BPJS Kesehatan banyak yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Masih banyak peserta BPJS Kesehatan berstatus Penerima Bantuan Iuran (PBI) justru adalah orang-orang yang mampu, sedangkan masih ada masyarakat yang tidak mampu seharusnya dapat PBI, namun kenyataannya tidak dapat.

“Sebetulnya ini keluhan klasik dan sudah sering terjadi. Bahkan yang menyedihkan itu terjadi di Kota Tangsel. Dimana, Tangsel semestinya dijadikan cermin untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di sini,” pungkasnya. (dpr)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru