Tambah Lagì 1.591 Kasus Positif Jadi 78.572, yang Sembuh 37.636

- Pewarta

Selasa, 14 Juli 2020 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari ini jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 1.591 orang. (Foto : BNPB Indonesia)

Hari ini jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 1.591 orang. (Foto : BNPB Indonesia)

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Selasa (14/7/2020) totalnya menjadi 78.572 setelah ada penambahan sebanyak 1.591 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 37.636 setelah ada penambahan sebanyak 947 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 3.710 dengan penambahan 54.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 23.001 pada hari sebelumnya, Senin (13/7/2020) dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 1.097.468. Adapun uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 161 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 115 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 301 lab.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 12.015 dan jumlah yang akumulatifnya adalah 642.164. Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 1.591 dan negatif 10.424 sehingga secara akumulasi menjadi positif 78.572 dan negatif 563.592.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita mendapatkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.591 orang, sehingga totalnya kita sekarang sudah mencapai 78.572 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Menurut Yuri, angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

“Jawa Timur hari ini melaporkan 353 kasus baru, dan 352 sembuh. Kemudian DKI Jakarta 268 kasus baru dengan 120 sembuh. Sulawesi Selatan, 197 kasus baru dan 144 sembuh. Kalimantan Selatan 161 kasus baru dan 54 sembuh,” jelas Yuri.

“Sumatera Utara 130 kasus baru dengan 20 sembuh. Bali 101 kasus dengan 64 sembuh. Jawa Tengah 80 kasus baru 30 sembuh. Jawa Barat 74 kasus baru dan 28 sembuh,” imbuh Yuri.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Jawa Timur 17.230, DKI Jakarta 15.064, Sulawesi Selatan 7.294, Jawa Tengah 5.653 dan Jawa Barat 5.235.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 9.528 disusul Jawa Timur sebanyak 6.961, Sulawesi Selatan 3.162, Jawa Tengah 1.995, Jawa Barat 1.924 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 37.636 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Gugus Tugas Nasional merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 110 kasus, Bali 2.358 kasus, Banten 1.609 kasus, Bangka Belitung 174 kasus, Bengkulu 168 kasus, Yogyakarta 387 kasus.

Selanjutnya di Jambi 124 kasus, Kalimantan Barat 355 kasus, Kalimantan Timur 722 kasus, Kalimantan Tengah 1.254 kasus, Kalimantan Selatan 4.379 kasus, dan Kalimantan Utara 215 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 337 kasus, Nusa Tenggara Barat 1.594 kasus, Sumatera Selatan 2.754 kasus, Sumatera Barat 803 kasus, Sulawesi Utara 1.697 kasus, Sumatera Utara 2.497 kasus, dan Sulawesi Tenggara 521 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 194 kasus, Lampung 209 kasus, Riau 246 kasus, Maluku Utara 1.145 kasus, Maluku 900 kasus, Papua Barat 292 kasus, Papua 2.366 kasus, Sulawesi Barat 146 kasus, Nusa Tenggara Timur 121 kasus dan Gorontalo 385 kasus serta dalam proses verifikasi ada 34.

Total untuk jumlah suspek yang masih dipantau ada sebanyak 46.701. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 461 kabupaten/kota di Tanah Air. Demikian, seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (psp)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru