Wintermar Offshore Marine Jadwal Ulang Hutang ke IFC dan DEG USD29 Juta

- Pewarta

Jumat, 19 Juni 2020 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) telah menyelesaikan perjanjian penjadwalan ulang hutang dengan dua pemberi pinjaman utama, International Finance Corporation (IFC) dan Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft (DEG) sebuah institusi keuangan untuk pembangunan dan anak perusahaan Grup KfW.

Direktur Utama WINS Sugiman Layanto dalam keterbukaan informasi BEI Kamis (18/6/2020) mengatakan , sebagai hasil dari penjadwalan ulang ini, hutang USD29 juta yang semula akan jatuh tempo antara 15 Maret 2021 hingga 15 Desember 2022 telah diperpanjang hingga 15 Desember 2025.

Berdasarkan surat perubahan perjanjian tertanggal 17 Juni 2020, jadwal pembayaran telah diubah disesuaikan dengan proyeksi arus kas Perusahaan yang baru, menghasilkan pengurangan pembayaran
pokok sebesar USD3,6 juta pada tahun 2020 dan USD12 juta pada tahun 2021. Pinjaman yang termuat dalam perjanjian ini merupakan 56 persen dari total seluruh pinjaman bank Perusahaan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sugiman Layanto mengatakan, “Kami sangat senang bisa menyelesaikan penjadwalan ulang ini yang secara signifikan meningkatkan profil likuiditas Perusahaan untuk dua tahun ke depan, Hal ini memungkinkan Perusahaan mendapatkan kepercayaan diri lebih tinggi untuk bernavigasi melalui ketidakpastian yang diciptakan COVID19. Kami sangat menghargai hubungan yang sangat baik dengan IFC dan DEG, yang telah mendukung sejak kami terdaftar di bursa efek. Keyakinan mereka akan keberlanjutan jangka panjang Perusahaan dan dukungan melalui penjadwalan ulang pinjaman kami, menempatkan Perusahaan di posisi yang kuat untuk menghadapi masa kritis ini. Kami berterima kasih atas dukungan mereka. “

Para Pemberi Pinjaman, IFC dan DEG, telah mendukung Wintermar sejak 2011, dan telah berperan penting dalam membantu Perusahaan memperkuat kerangka Tata Kelola Perusahaan, serta membantu Perusahaan menjaga komitmen atas atas aspek Lingkungan dan keberlanjutan.

“IFC tetap berkomitmen untuk membantu klien-kliennya bernavigasi melalui masa-masa yang penuh tantangan. Kami mengakui komitmen Wintermar terhadap tata kelola dan kepatuhan dalam isu-isu keberlanjutan dan percaya bahwa penjadwalan ulang ini akan memberikan fleksibilitas tambahan bagi perusahaan dalam mengelola krisis saat ini,” kata Azam Khan, Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste.

Heribert Puetz, mewakili DEG, mengatakan: “Kami senang dapat mendukung Wintermar dengan penjadwalan ulang ini, dan mengakui upaya yang telah dilakukan Wintermar untuk menciptakan pekerjaan yang terampil dan meningkatkan standar di Indonesia atas isu keberlanjutan.”

Kontrak yang dimiliki pada akhir Mei 2020 bernilai USD74,65 juta. (ten)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru