BI : Indonesia Harus Punya Visi Jadi Pusat Keuangan Syariah Terbesar

- Pewarta

Rabu, 12 September 2018 - 02:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Padang – Pejabat Bank Indonesia (BI) Indonesia harus memiliki visi sebagai pusat keuangan syariah terbesar di dunia, mengingat negeri ini merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak.

Meskipun, kata Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Rifki Ismal, di Padang, Sumatera barat, Senin (10/9/2018), ekonomi syariah bukan perbankan semata karena pada hakikatnya memiliki ruang lingkup yang luas.

“Jangan mengira ekonomi syariah itu cuma bank. Makanan halal, pariwisata halal, sekolah Islam hingga sinetron dan film religi masuk dalam lingkup ekonomi syariah,” katanya pada Seminar Ekonomi Syariah dengan tema Kebangkitan Ekonomi Umat melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rifki, lembaga keuangan dan industri halal memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar di Indonesia karena berstatus sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar.

“Apalagi saat ini tengah terjadi proses digitalisasi dalam bidang ekonomi dan Indonesia punya generasi milineal yang cukup besar yang merupakan pasar potensial,” ujarnya.

Oleh sebab karena itu, lanjut dia, dalam pengembangan ekonomi dan perbankan syariah jangan berorientasi lokal semata harus siap berkompetisi secara global.

Pada sisi lain ia mendorong pengembangan pesantren, karena merupakan bagian dari pelaku ekonomi Islam karena juga punya banyak unit ekonomi.

Selain itu jika ekonomi syariah bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat manfaatnya maka orang akan lebih yakin akan keutamaannya.

Jadi ekonomi syariah tidak lagi bicara wacana namun eksekusi, salah satunya pemerintah sedang mengupayakan hadirnya sukuk syariah, katanya. (ikh)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru