Joe Biden Kecam Mobilisasi Sumber Daya Militer untuk Padamkan Protes

- Pewarta

Jumat, 5 Juni 2020 - 04:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Mantan wakil presiden AS Joe Biden menyatakan keprihatinannya setelah Presiden Donald Trump pada hari Senin bertekad menggunakan militer untuk mengakhiri “kerusuhan dan pelanggaran hukum” yang terjadi di berbagai penjuru AS setelah seorang lelaki kulit hitam meninggal sewaktu dalam penahanan polisi sepekan silam di Minneapolis.

Dalam pidato yang ditayangkan televisi secara nasional di Rose Garden di Gedung Putih, Trump memperingatkan jika kota atau negara bagian menolak mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela nyawa dan properti warga mereka, maka ia akan mengerahkan militer AS dan segera menyelesaikan masalah itu untuk mereka.

Komentar ini tampaknya merujuk pada Insurrection Act atau UU Pemberontakan tahun 1807, yang mengizinkan presiden untuk menumpas pelanggaran hukum semasa keadaan darurat. UU ini belakangan digunakan pada tahun 1992, di tengah-tengah kerusuhan di Los Angeles setelah seorang lelaki kulit hitam lainnya, Rodney King, dipukuli polisi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump mengatakan ia “mengerahkan semua sumber daya federal, sipil dan militer, untuk menghentikan kerusuhan dan penjarahan, untuk mengakhiri penghancuran dan pembakaran, dan untuk melindungi hak-hak warga Amerika yang taat hukum, termasuk hak-hak dalam Amendemen kedua.” Amendemen kedua dalam Konstitusi AS melindungi hak-hak semua warga sipil untuk memiliki senjata api.

Tidak lama sebelum presiden berbicara, para wartawan yang menunggu pernyataannya di Rose Garden mendengar suara ledakan keras dari lontaran gas air mata di sekitar Lafayette Park, di mana polisi antihuru-hara yang membawa perisai memukul mundur demonstran damai. Peluru karet juga ditembakkan dan polisi berkuda diterjunkan untuk membersihkan daerah tersebut.

Langkah penegak hukum itu berlangsung kurang dari 30 menit sebelum jam malam, mulai pukul 19, berlaku di Washington.

Beberapa jam setelah presiden berpidato, Joe Biden, yang dianggap sebagai pesaing Trump dari partai Demokrat dalam pemilihan presiden November mendatang, mengecam tindakan Trump dalam cuitannya. “Ia menggunakan militer Amerika menghadapi rakyat Amerika,” tulis Biden. “Ia menembakkan gas air mata ke demonstran damai dan menembakkan peluru karet. Demi sebuah foto.” (voa)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru