Aset Bank di Bali Tumbuh 8,2 Persen

- Pewarta

Selasa, 4 September 2018 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset perbankan di Bali selama semester pertama 2018 tumbuh 8,2 persen dari Rp121,7 triliun pada posisi Desember 2017 menjadi hampir Rp126 triliun.

“Perkembangan total aset ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga atau DPK di bank,” kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di Denpasar, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, selain karena pertumbuhan DPK, melonjaknya jumlah aset perbankan di Pulau Dewata juga didorong peningkatan penyaluran kredit dan dana antarkantor bank.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

OJK mencatat DPK di Bali selama periode Januari-Juni 2018 mencapai Rp99,6 triliun atau naik dibandingkan posisi Desember 2017 mencapai Rp96,1 triliun.

Sebagian besar masyarakat, kata dia, masih memilih instrumen investasi aman seperti tabungan, deposito dan giro yang menyebabkan DPK di perbankan melonjak yang turut menumbuhkan aset bank di Pulau Dewata.

Porsi terbesar untuk komposisi DPK selama semester pertama tahun ini masih didominasi instrumen tabungan mencapai Rp46,5 triliun kemudian disusul deposito sebesar Rp38 triliun dan sisanya dalam bentuk giro Rp15,1 triliun.

Meski demikian, melonjaknya pertumbuhan aset tidak diikuti pertumbuhan realisasi kredit selama semester pertama tahun ini yang lebih rendah dibandingkan penyaluran periode sama tahun sebelumnya.

Selama enam bulan pertama tahun ini, lanjut dia, realisasi kredit mencapai Rp83,9 triliun atau tumbuh 4,4 persen, pencapaian itu masih lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tumbuh 6 persen.

Hizbullah mengatakan kondisi ekonomi global yang tidak menentu ditengarai menjadi salah satu pemicu pertumbuhan kredit sehingga menyebabkan pelaku usaha mengambil sikap “wait and see” atau mencermati kondisi dan pihak bank yang berhati-hati menyalurkan kredit.

Di Bali terdapat 55 bank umum termasuk dua bank umum berkantor pusat di Bali yakni BPD Bali dan Bank Mandiri Taspen (Mantap).

Total jaringan kantor bank umum di Bali mencapai 700 kantor yang tersebar di Bali dengan komposisi 35 persen berada di Denpasar dan 21 persen di Badung.

Selain bank umum, di Bali juga terdapat 136 jaringan bank perkreditan rakyat atau BPR dan 1 BPR Syariah. (dew)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB