Harga Emas Turun Tipis, Tertahan Pelemahan Dolar dan Saham AS

- Pewarta

Selasa, 10 Desember 2019 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Koin emas/Dok.

Foto ilustrasi: Koin emas/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tipis pada akhir perdagangan Selasa pagi (10/12/2019), karena investor beralih ke penjualan teknis, setelah logam mulia mengalami kerugian besar di sesi sebelumnya.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 0,2 dolar AS atau 0,01 persen menjadi ditutup pada 1.464,9 dolar AS per ounce.

Kemerosotan harga emas lebih lanjut tertahan oleh pelemahan dolar AS dan penurunan saham-saham di Wall Street, setelah naik signifikan pada akhir pekan lalu karena laporan pekerjaan positif mengangkat sentimen investor.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS mundur kembali pada Senin (9/12/2019) di tengah penguatan pound Inggris, setelah sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa Partai Konservatif yang berkuasa memperoleh keunggulan untuk pemilihan Inggris mendatang pada Kamis (12/12/2019).

Ketika dolar AS melemah, emas yang dihargakan dalam dolar AS biasanya naik karena menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Demikian pula saham-saham AS. merosot pada Senin (9/12/2019) terseret kejatuhan saham raksasa teknologi Apple turun, dengan tiga indeks acuan utama melemah.

Ketika pasar ekuitas melemah, emas sebagai salah satu aset safe haven menjadi lebih menarik karena para investor mengalihkan investasi mereka dari aset-aset berisiko seperti saham.

Adapun logam mulia lainnya, perak pengiriman Maret naik 4,6 sen atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada 16,642 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari turun 0,4 dolar AS atau 0,04 persen, menjadi 898,5 dolar AS per ounce. Harga emas berjangka turun tajam lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Jumat (6/12/2019), karena data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan mengangkat indeks acuan saham utama dan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari jatuh sebanyak 18,00 dolar AS atau 1,21 persen, menjadi menetap di 1.465,10 dolar AS per ounce, setelah sehari sebelumnya meningkat 0,20 persen.

Indeks-indeks acuan saham Amerika Serikat naik signifikan pada perdagangan Jumat (6/12/2019) karena laporan pekerjaan positif mengangkat sentimen investor. Dolar AS juga menguat terhadap rival utamanya didorong oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru