Wall Street Ditutup Merosot, Saham Boeing dan American Express Jatuh

- Pewarta

Selasa, 3 Desember 2019 - 02:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham AS, Wall Street/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham AS, Wall Street/Dok

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada penutupan transaksi Selasa pagi (3/12/2019)), hari perdagangan pertama Desember, karena investor mempertimbangkan data ekonomi terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 268,37 poin,atau 0,96 persen menjadi berakhir di 27.783,04 poin. Indeks S&P 500 turun 27,11 poin atau 0,86 persen menjadi ditutup di 3.113,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 97,48 poin atau 1,12 persen menjadi 8.567,99 poin.

Sebagian besar dari 30 komponen saham unggulan Dow diperdagangkan di wilayah merah, dengan Boeing dan American Express masing-masing jatuh sebesar 3,00 persen dan 2,38 persen, memimpin penurunan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor real estat kehilangan 1,75 persen, pencetak kerugian terbesar di antara sektor-sektor lainnya.

Dalam data ekonomi, aktivitas manufaktur Amerika Serikat terus menurun pada November di tengah data persediaan dan pesanan baru yang lemah, menurut laporan terbaru Institute for Supply Management (ISM) manufaktur yang dirilis pada Senin (2/12/2019).

Menurut laporan tersebut, indeks pembelian manajer (PMI) sektor manufaktur bulan lalu tercatat 48,1 persen, penurunan 0,2 poin persentase dari pembacaan Oktober, dan lebih rendah dari ekspektasi Wall Street. Angka di bawah 50 persen menunjukkan kontraksi.

“Perdagangan global tetap menjadi isu lintas industri yang paling signifikan. Di antara enam sektor industri besar, Produk Makanan, Minuman & Tembakau tetap yang terkuat, sedangkan Produk Logam Pabrikan adalah yang terlemah. Secara keseluruhan, sentimen bulan ini netral terkait pertumbuhan jangka pendek,” kata Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM Timothy Fiore.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru