Dolar Menguat Ditopang Data Positif Ekonomi AS

- Pewarta

Kamis, 28 November 2019 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis pagi (28/11/2019), terangkat data positif Amerika Serikat dalam perdagangan lesu, karena ketidakpastian tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan AS-China bertahan selama pekan yang diperpendek untuk liburan.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sedikit meningkat pada kuartal ketiga, bukannya melambat seperti yang dilaporkan sebelumnya, karena laju akumulasi persediaan yang lebih kuat dan penurunan investasi bisnis yang kurang tajam.

Data terpisah menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS meningkat paling banyak dalam sembilan bulan terakhir pada Oktober dan pengiriman berbalik meningkat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dolar pasti didukung oleh data,” kata Alfonso Esparza, analis mata uang senior di OANDA di Toronto.

“The Fed telah mengisyaratkan bahwa hal itu akan terjadi tahun ini dan data yang baik mengesahkan pemikiran tersebut,” katanya.

Federal Reserve (Fed) AS telah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini dan mengisyaratkan siklus pelonggaran kreditnya mungkin akan berhenti. Tanda-tanda kekuatan ekonomi AS memberikan kepercayaan pada para pedagang bahwa bank sentral akan mempertahankan biaya pinjaman tidak berubah untuk saat ini.

“Hal lain bahwa ini pada dasarnya adalah akhir pekan untuk pasar AS dan tidak ada yang mau melakukan eksposur iangka pendek pada dolar memasuki akhir pekan Thanksgiving,” kata Esparza.

Indeks dolar AS, yang membandingkan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,15 persen menjadi 98,399.

Indeks memangkas kenaikan setelah data AS, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatile, menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1 persen bulan lalu setelah tidak berubah pada September.

“Kenaikan 0,1 persen bulan ke bulan pada deflator PCE inti membuat tingkat inflasi inti yang disukai The Fed jauh di bawah target hanya 1,6 persen. Itu menggarisbawahi bahwa suku bunga tidak mungkin dinaikkan lagi untuk masa mendatang,” kata Andrew Hunter, ekonom senior AS di Capital Economics.

Sementara laporan baru-baru ini bahwa Amerika Serikat dan China mendekati kesepakatan pada fase pertama dari kesepakatan perdagangan telah membantu mendukung sentimen risiko, masih banyak ketidakpastian tentang prospek pembicaraan perdagangan.

Ketegangan perdagangan yang melekat umumnya mendukung greenback, karena para investor memandang Amerika Serikat sebagai posisi yang relatif baik untuk menghadapi perang perdagangan.

Yen Jepang disukai oleh investor yang gelisah, telah goyah dalam sesi terakhir karena pasar ekuitas melonjak. Pada Rabu (27/11/2019) dolar naik 0,47 persen menjadi 109,54 yen.

Sterling naik 0,31 persen pada Rabu (27/11/2019), pulih dari kerugian awal setelah jajak pendapat ketiga berturut-turut menunjukkan penyempitan keunggulan untuk Partai Konservatif yang memerintah sebelum pemilihan Inggris 12 Desember. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru