Harapan Wapres Terhadap Pertamina di Bawah Dirut Baru

- Pewarta

Rabu, 29 Agustus 2018 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Mediaemiten.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Pertamina dapat meningkatkan investasi di dalam negeri di bawah kepemimpinan direktur utama (dirut) yang baru, Nicke Widyawati.

“Daripada pertama ke luar, ke Iran, ke Aljazair, lebih baik di dalam negeri, investasi. Di Rokan diambil alih, di Mahakam sudah diambil alih, di Papua ada. Jadi hulunya harus kuat (karena) hilirnya sudah kuat,” kata Wapres Jusuf Kalla di Balai Kartini Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Wapres mengatakan pembangunan instalasi pengeboran minyak di dalam negeri oleh Pertamina harus diperkuat, setelah satu-satunya perusahaan minyak milik negara itu berhasil memiliki Blok Rokan dan Blok Mahakam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya (harus) membangun instalasi, menangani Kalimantan, Riau, yang didiami Pertamina. Boleh Pertamina investasi di dalam negeri, jangan ke luar (negeri),” tambahnya.

Terkait kepemimpinan Dirut baru, Wapres menilai Nicke Widyawati adalah sosok yang baik untuk memimpin Pertamina.

“Tentu baik, mana mungkin tidak (baik), (sudah) dipilih,” katanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno menetapkan Plt Dirut PT Pertamina (Persero) Nikce Widyawati sebagai dirut baru definitif di perusahan migas nasional tersebut. Surat pengangkatan Nicke disampaikan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Penyerahan surat keputusan pengangkatan disaksikan antara lain Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, dan sejumlah direksi dan komisaris lainnya. Demikian, seperti dikutip Antara. (fra)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru