Mandiri Bali Optimistis Gaet Investor Sun Ritel

- Pewarta

Senin, 27 Agustus 2018 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Denpasar – Bank Mandiri optimistis dapat menggaet lebih banyak investor untuk instrumen Surat Utang Negara (SUN) Ritel seri SBR-004 dengan target yang diprediksi mencapai sekitar Rp100 miliar di Bali dan Nusa Tenggara. “Kami bisa menangkap nasabah deposan sebagai investor,” kata Pemimpin Bank Mandiri Regional Bali dan Nusa Tenggara Rully Setiawan di Denpasar, Senin (27/8/2018). Pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi dan komunikasi kepada nasabah prioritas yang biasanya menanamkan dananya di bank BUMN itu dalam jumlah yang besar seperti pada instrumen deposito. Investasi tersebut, kata dia, menawarkan bunga kepada investor di atas bunga deposito saat ini. Rully mengungkapkan sejumlah nasabah sudah mulai menunjukkan ketertarikannya atau animonya untuk berinvestasi pada instrumen investasi itu.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Rully memprediksi sebanyak 60-70 persen dari target realisasi investasi SUN Ritel “saving bond ritail” (SBR) 004 sebesar Rp100 miliar itu diserap investor di Bali, sisanya di Mataram dan Kupang. Selain melalui cara konvesional, nasabah juga diberikan kemudahan dalam membeli instrumen investasi itu melalui dalam jaringan (daring) atau “online” 20 Agustus hingga 13 September 2018.

Untuk perbankan, Bank Mandiri merupakan salah satu mitra yang menjadi agen pembelian SUN Ritel seri SBR-004 bersama dengan BCA, BNI, BRI dan Permata. Sebelumnya, Kepala Sub-Direktorat Hubungan Investor Ditjen Pengeloaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan I Gede Yuddy Hendranata dalam edukasi dan sosialisasi investasi SUN ritel beberapa waktu lalu di Denpasar menjelaskan instrumen investasi itu memiliki suku bunga mengambang tergantung suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, lanjut dia, investor tetap bisa mendapatkan tingkat bunga minimum atau ada batas bawah jika suku bunga BI menurun. “Ini merupakan instrumen investasi yang minim risiko, bunga lebih tinggi dibandingkan deposito dan ada jaminan dari negara tanpa batasan dan syarat,” katanya.

Sebelumnya, Kemenkeu telah mengeluarkan seri SBR-003 yang berhasil meraup Rp1,9 triliun atau hampir dua kali lipat dari pagu indikatif Rp1 triliun. Seri sebelum itu, kata Yuddy, mendatangkan sebanyak 5.683 investor baru dan 10.668 investor terdaftar dengan rata-rata volume pemesanan investor mencapai Rp252 juta. (dew)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB