Emas Naik Didukung Harapan Penurunan Suku Bunga, Ketegangan Geopolitik

- Pewarta

Kamis, 4 Juli 2019 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikan signifikan untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis pagi (4/7/2019), didukung harapan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan ketegangan geopolitik.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus melonjak 12,9 dolar AS atau 0,92 persen, menjadi menetap di 1.420,90 dolar AS per ounce.

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan niatnya untuk mencalonkan dua ekonom dovish untuk mengisi posisi di Dewan Gubernur Federal Reserve AS, yang memicu harapan bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga acuan untuk merangsang ekonomi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, yang juga dianggap sebagai penganut kebijakan moneter dovish, telah dicalonkan sebagai presiden Bank Sentral Eropa (ECB) berikutnya.

Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun turun menjadi 1,95 persen pada Rabu (3/7/2019), sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Italia 10-tahun turun menjadi 1,606 persen dan obligasi pemerintah Jerman 10-tahun minus 0,382 persen.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, ketidakpastian seputar masa depan perdagangan global, menawarkan dukungan tambahan untuk emas berjangka, kata analis pasar.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 9,8 sen atau 0,64 persen menjadi ditutup pada 15,336 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 10,10 dolar AS atau 1,21 persen, menjadi 843,60 dolar per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru