Bank Permata Bukukan Pertumbuhan Kredit 11 Persen

- Pewarta

Rabu, 15 Agustus 2018 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank Permata Tbk membukukan pertumbuhan kredit sebesar 11 persen pada semester pertama 2018 menjadi Rp103,2 triliun dibandingkan periode sama 2017 sebesar Rp92,7 triliun.

Direktur Utama Bank Permata Ridha DM Wirakusumah dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/8/2018), mengatakan pertumbuhan kredit yang cukup kuat ini mendorong peningkatan pendapatan bunga sebesar tiga persen menjadi Rp2,8 triliun pada akhir semester pertama 2018.

“Perseroan tetap memfokuskan pertumbuhan kredit secara selektif bagi nasabah dengan kualitas kredit yang baik berlandaskan asas prudensi,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan likuiditas bank relatif terjaga baik dan stabil dengan dicatatnya rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 86 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penghimpunan dana murah giro dan tabungan (current account and savings account/CASA) naik sebesar empat persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu terkait dengan manajemen likuiditas untuk melayani kebutuhan transaksional nasabah.

“Di semester pertama ini, disamping pertumbuhan kredit yang menjanjikan dan pengelolaan good book yang membaik, bank juga secara intensif meningkatkan keunggulan teknologi melalui peluncuran PermataMobile X, yang merupakan aplikasi mobile banking revolusioner di pasar,” katanya.

Sementara itu, laba bersih Bank Permata pada semester pertama 2018 tercatat sebesar Rp288,842 miliar atau menurun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp620,565 miliar. (zub)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru