Yusril Ihza Mahendra: MK Mestinya Menolak Tetapkan Batas Usia Maksimal Capres Cawapres

- Pewarta

Jumat, 20 Oktober 2023 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di acara 'Mata Najwa On Stage: 3 Bacapres Bicara Gagasan' di Graha Sabha Pramana UGM. (Facbook.com/@Prabowo Subianto )

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di acara 'Mata Najwa On Stage: 3 Bacapres Bicara Gagasan' di Graha Sabha Pramana UGM. (Facbook.com/@Prabowo Subianto )

MEDIAEMITEN.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini sedang menghadapi perkara No. 102/PUU-XXI/2023 yang meminta MK untuk membatasi usia calon Presiden dan Wakil Presiden menjadi maksimal 70 tahun.

Apabila permohonan untuk menguji pasal 167 dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ini diterima, maka ini akan berpotensi menutup peluang bagi Prabowo Subianto, yang saat ini berusia 73 tahun, untuk mencalonkan diri sebagai Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Jakarta, (20/10/23).

Pengacara dan politisi senior Yusril Ihza Mahendra telah secara tegas menyuarakan pendapatnya terkait perkara ini.

Ia mempertanyakan kewenangan MK untuk menentukan batas usia maksimal bagi calon Presiden dan Wakil Presiden.

Yusril menekankan bahwa penetapan usia dalam jabatan apapun adalah ranah pembentukan undang-undang, dan dalam hal ini, kewenangan tersebut ada di tangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ia menilai bahwa masalah usia ini tidak memiliki aspek konstitusional yang perlu dipertimbangkan oleh MK, karena berapapun batas usia yang ditetapkan oleh undang-undang tidak akan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, selama seseorang yang mencalonkan diri dianggap dewasa menurut hukum.

Yusril menekankan pentingnya MK untuk tetap berpegang pada asas ini, agar tidak menciptakan putusan yang kontroversial dan berpotensi menimbulkan masalah di masa depan.

Menjawab pertanyaan seputar apakah pandangan Yusril memiliki unsur kepentingan politik, mengingat ia juga merupakan anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM), Yusril menyatakan bahwa pandangannya bersifat sejalan, baik dari perspektif akademis maupun politik.

Sebagai Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) yang memimpin KIM, Yusril menganggap tugasnya adalah memastikan bahwa konstitusi dan hukum ditegakkan dengan adil dan benar.

Yusril menekankan bahwa dalam konteks politik, hukum dan konstitusi harus tetap menjadi landasan yang tidak bisa diganggu gugat.

Ia juga mencatat bahwa Prabowo Subianto, dalam pernyataannya sebelumnya, telah menegaskan komitmen KIM untuk menegakkan hukum dan konstitusi secara adil dan jujur, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Pendapat Yusril tentang pentingnya menjaga proses hukum dan konstitusi yang adil, terlepas dari pertimbangan politik, menjadi cerminan komitmen yang ia pegang dan juga yang dipegang oleh Koalisi Indonesia Maju dalam memimpin negeri ini menuju masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Tak Boleh Sombong, Tak Boleh Jumawa: Prabowo Subianto Pidato Usai Unggul dalam Berbagai Quick Count
TKN Pertimbangkan Lapor ke Pihak Polisi Soal Fitnah Tudingan Korupsi Pembelian Pesawat Mirage
VIDEO – Prabowo Subianto Ungkap Ingin Perbaiki Gaji Guru di Hadapan Puluhan Ribu Masyarakat Sulsel
Prabowo Subianto Sebut Indonesia Butuh Keberlanjutan Pembangunan Saat Hadiri Acara ‘Rabu Biru’
Penguatan Pasar Domestik Bakal Terjamin di Seluruh Wilayah, Lewat Program Makan Siang dan Susu Gratis
Hasil Survei LSI Denny JA Sebut Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Presiden Jokowi Capai 80,8 Persen
Jangan Terhasut dengan Narasi Masa Depan Indonesia Suram, Prabowo: Masa Depan Indonesia Gemilang
Prabowo Didukung 120 Pengusaha Alumni AS Termasuk Djarum, Sampoerna, Adaro, dan Grup Lainnya
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 15 Februari 2024 - 11:13 WIB

Tak Boleh Sombong, Tak Boleh Jumawa: Prabowo Subianto Pidato Usai Unggul dalam Berbagai Quick Count

Senin, 12 Februari 2024 - 14:38 WIB

TKN Pertimbangkan Lapor ke Pihak Polisi Soal Fitnah Tudingan Korupsi Pembelian Pesawat Mirage

Jumat, 2 Februari 2024 - 19:26 WIB

VIDEO – Prabowo Subianto Ungkap Ingin Perbaiki Gaji Guru di Hadapan Puluhan Ribu Masyarakat Sulsel

Kamis, 1 Februari 2024 - 11:42 WIB

Prabowo Subianto Sebut Indonesia Butuh Keberlanjutan Pembangunan Saat Hadiri Acara ‘Rabu Biru’

Kamis, 1 Februari 2024 - 08:37 WIB

Penguatan Pasar Domestik Bakal Terjamin di Seluruh Wilayah, Lewat Program Makan Siang dan Susu Gratis

Rabu, 31 Januari 2024 - 10:23 WIB

Hasil Survei LSI Denny JA Sebut Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Presiden Jokowi Capai 80,8 Persen

Senin, 29 Januari 2024 - 10:16 WIB

Jangan Terhasut dengan Narasi Masa Depan Indonesia Suram, Prabowo: Masa Depan Indonesia Gemilang

Selasa, 23 Januari 2024 - 13:52 WIB

Prabowo Didukung 120 Pengusaha Alumni AS Termasuk Djarum, Sampoerna, Adaro, dan Grup Lainnya

Berita Terbaru