Yield Obligasi AS Naik, Pasar Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi

- Pewarta

Senin, 4 April 2022 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: pasar saham Asia/Dok

Foto ilustrasi: pasar saham Asia/Dok

MEDIA EMITEN – Pasar saham di kawasan Asia Pasifik pada Senin pagi, 4 April 2022 dibuka bervariasi. Investor mencermati kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS – 10 tahun yang mencapai level 2,41%.

Nikkei 225 di Jepang turun fraksional karena saham Tokyo Electron turun sekitar 2%. Indeks Topix naik sekitar 0.1%.

Kospi Korea Selatan turun 0,49%. Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,43%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,08% lebih rendah.

Pasar di Cina daratan tutup pada hari Senin dan Selasa minggu ini untuk hari libur.

Sementara itu, imbal hasil Treasury AS terbalik pada hari Jumat karena suku bunga jangka pendek melonjak setelah rilis data pekerjaan di Amerika Serikat, meningkatkan kekhawatiran atas potensi resesi di cakrawala. Benchmark hasil Treasury 10-tahun terakhir berada di 2,41%, sedangkan tingkat pada catatan Treasury 2-tahun berada di 2,4625%.

Imbal hasil bergerak berbanding terbalik dengan harga, dengan 1 basis poin sama dengan 0,01%. Inversi kurva imbal hasil secara historis terjadi menjelang resesi, meskipun banyak ekonom percaya bahwa kurva harus tetap terbalik untuk waktu yang cukup lama sebelum memberikan sinyal yang valid.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 98,627, dibandingkan dengan level di bawah 98 yang terlihat pada akhir Maret.

Yen Jepang diperdagangkan pada 122,52 per dolar, lebih kuat dari level di atas 124 yang terlihat terhadap greenback minggu lalu. Dolar Australia berada di $0,7485, setelah diperdagangkan dalam kisaran antara $0,747 dan $0,753 untuk sebagian besar minggu lalu.

Di pasar komoditas, harga minyak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,88% menjadi $103,47 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 0,93% menjadi $98,35 per barel.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru