WIKA Ajukan Penundaan Pembayaran Utang

- Pewarta

Jumat, 26 Mei 2023 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)/Dok.

Foto ilustrasi: PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)/Dok.

MEDIA EMITEN PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah mengajukan penundaan pembayaran utang perusahaan atau standstill  kepada  kreditur lembaga keuangan.

Dalam keterangan resmi yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Jumat 26 Mei 2023, dijelaskan, pengajuan Standstill ini dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan WIKA secara jangka panjang yang disebabkan adanya ketidakseuaian atau mismatch  pinjaman untuk pendanaan pada investasi jangka panjang.

Pasalnya, investasi itu belum dapat memberikan imbal hasil  bagi perusahaan, sehingga beban atas pendanaan tersebut menurunkan laba bersih.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu kebutuhan akan pengajuan Standstill ini juga terjadi dikarenakan adanya tekanan pandemi Covid-19 terhadap para pemberi kerja mengalami gangguan pembayaran, sehingga mengganggu kapasitas pengembalian pinjaman dari perseroan.

Pengajuan Standstill ini dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan WIKA secara jangka panjang yang disebabkan adanya mismatch pinjaman untuk pendanaan pada investasi, tulis manajemen WIKA.

Langkah yang tengah dijalan WIKA guna keluar darimasalah keuangan itu, manajemen melakukan penitikberatkan ulang bisnis dengan memperbanyak proyek-proyek Pemerintah, karena memiliki pola pembayaran progres bulanan dengan uang muka. Langkah ini membuat proyek pemerintah mencapai 77 persen dari total proyek WIKA.

WIKA juga akan mendorong optimalisasi teknologi digital dalam proses produksi dan engineering seperti BIM dan Platform ERP Digital (SAP) sehingga proses produksi lebih efisien dan pengendalian biaya dan arus kas yang lebih robust, serta efisiensi biaya usaha untuk mendorong profitabilitas yang lebih baik terbukti dari tahun 2019 sampai 2022, Perseroan berhasil mengefisiensikan biaya usaha sebesar 22%.

Saat ini, utang jangka pendek dengan pihak berelasi per 31 Maret 2023 mencapai Rp 8,5 triliun, Rincian krediturnya, Bank Mandiri Rp 3,876 triliun, Sarana Multi Infrastruktur Rp 1,5 triliun, BNI Rp 990 miliar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Rp 734 miliar, BRI Rp500 miliar, PT Indonesia Infrastructure Finance Rp500 miliar, Bank Syariah Indonesia Rp258 miliar dan BTN Rp155 miliar.

WIKA juga masih berutang kepada pihak ketiga dengan total pinjaman Rp4,1 triliun. Rincian krediturnya, BTPN Rp1,475 triliun, Bank Panin Rp750 miliar, Bank DKI Rp700 miliar, Bank HSBC Indonesia Rp585,1 miliar, BJBR Rp500 miliar, Bank ICBC Rp90 miliar dan Bank Danamon Rp35,752 miliar.

 

 

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru