Wall Street Terus Menguat, Siklus Kenaikan Bunga Fed Segera Berakhir

- Pewarta

Jumat, 14 Juli 2023 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN Tiga indeks utama saham di Bursa Wall memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), didukung kemungkinan bahwa siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve mendekati akhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 47,71 poin atau 0,14% menjadi 34.395,14 poin. Indeks S&P 500 bertambah 37,88 poin atau 0,85% menjadi 4.510,04 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 219,61 poin atau 1,58% menjadi ditutup pada 14.138,57 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan teknologi memimpin penguatan masing-masing naik 2,32% dan 1,49%. Sedangkan sektor energi dan kesehatan masing-masing turun 0,45% dan 0,01%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS mencatat kenaikan hari keempat berturut-turut , sementara imbal hasil dolar dan obligasi turun setelah data baru menunjukkan inflasi semakin melambat.

Imbal hasil obligasi pemerintah mundur dari siklus tertingginya, dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun yang jadi acuan turun menjadi sekitar 3,77%. Indeks dolar pada Kamis (13/7/2023) turun ke level terendah dalam lebih dari setahun, menambah penarik lain untuk reli ekuitas.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (13/7/2023) bahwa indeks harga produsen (IHP) naik 0,1% bulan ke bulan pada Juni, lebih rendah dari perkiraan pasar untuk kenaikan 0,2%.

Secara tahunan, indeks naik 0,1%, jauh di bawah ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,4%, naik pada laju paling lambat sejak Agustus 2020.

 Inflasi IHP inti, yang tidak termasuk barang-barang volatil seperti makanan dan energi, naik 0,1% pada basis bulanan dan 2,6% pada basis tahunan pada Juni, sejalan dengan ekspektasi pasar, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS. 

Investor juga mencerna data ekonomi lainnya yang dirilis pada Kamis (13/7/2023). Klaim pengangguran awal AS turun 12.000 menjadi 237.000 dalam pekan yang berakhir 8 Juli, menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap tangguh, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja.

Data inflasi telah meningkatkan harapan bahwa The Fed akan dapat menurunkan inflasi tanpa mengarahkan ekonomi AS ke dalam resesi, kata Nigel Green, CEO penasehat dan manajemen aset deVere Group, dalam sebuah wawancara dengan MarketWatch.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru