Wall Street Menguat, Catatkan Kenaikan Bulanan

- Pewarta

Sabtu, 29 April 2023 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

 MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street, AS, ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi), mencatatkan kenaikan bulanan untuk April.

Indeks dow Jones Industrial Average ditutup naik 272 poin atau 0,8% menjadi 34.098,16. S&P 500 juga memenguat 0,83% menjadi 4.169,48, sementara Nasdaq Composite naik 0,69% menjadi 12.226,58 ditopang laporan keuangan teknologi terbaru.

Dow berhasil mencetak kenaikan 2,5% sepanjang April, yang merupakan performa bulanan terbaiknya sejak Januari, ketika indeks ini naik 2,8%. S&P 500 juga berhasil mengalami kenaikan 1,5% dalam sebulan ini – kenaikan bulanan keduanya berturut-turut, sementara Nasdaq hanya naik sedikit sepanjang bulan ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara mingguan, Nasdaq mencatatkan kinerja terbaik, naik 1,3%. Dow dan S&P 500 masing-masing naik sekitar 0,9% dalam seminggu ini. 

Lebih dari setengah perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatan mereka. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 80% berhasil mengalahkan ekspektasi, menurut data dari FactSet. Tingkat ini hampir sama dengan rata-rata tiga tahun terakhir, menurut data dari The Earnings Scout.

Saham Amazon turun hampir 4%, menyusul hasil laporan kuartal I-2023. Emiten e-commerce itu mengatakan bisnis cloud mereka melambat, meski berhasil mengalahkan ekspektasi pasar untuk pendapatan bulan kuartal ini. 

Namun, tidak semua saham teknologi turun setelah rilis laporan keuangan. Saham Intel naik 4% setelah perusahaan semikonduktor ini berhasil mengalahkan perkiraan untuk pendapatan dan laba bersih.

Data yang dirilis pada Jumat pagi menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,3% pada Maret, sesuai dengan ekspektasi ekonom. Indeks ini adalah pengukur inflasi utama bagi Federal Reserve, yang memiliki pertemuan kebijakan pada minggu depan.

Sementara itu, saham First Republic Bank anjlok lebih dari 43%, setelah laporan hasil paling mungkin bagi bank regional itu adalah Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengambil alih kepemilikannya. Harga saham tersebut telah turun lebh dari 97% dalam pekan ini.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru