Wall Street Ditutup Mix, Respons Data Inflasi AS

- Pewarta

Kamis, 11 Mei 2023 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN Tiga indek utama saham di Wall Street ditutup beragam (mix ) pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), merespons data inflasi April yang sedikit lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan tanda-tanda inflasi mulai mereda.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 30,48 poin atau 0,09% menjadi 33.531,33 poin. Indeks S&P 500 naik 18,47 poin atau 0,45% menjadi 4.137,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 126,89 poin atau 1,04% menjadi ditutup pada 12.306,44 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan jasa-jasa komunikasi dan teknologi memimpin penguatan, masing-masing naik 1,69% dan 1,22%,. Sementara sektor energi dan keuangan memimpin penurunan dengan masing-masing terpangkas 1,15% dan 0,58%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspansi bulan ke bulan indeks harga konsumen (IHK) AS untuk April naik menjadi 0,4%, dari 0,1% di bulan sebelumnya, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Rabu 10 Mei 2023.

Tetapi pertumbuhan nol dalam indeks harga pangan untuk bulan kedua dan penurunan terus-menerus dalam inflasi biaya tempat berlindung atau rumah singgah membantu meredakan kekhawatiran pasar atas inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun 7,6 basis poin menjadi 3,445%, sementara obligasi pemerintah AS 2-tahun menukik 11,2 basis poin, yang menyebabkan dukungan untuk saham.

“Imbal hasil obligasi pemerintah bergerak lebih rendah setelah rilis laporan inflasi. Namun, tampaknya pedagang tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran resesi,” kata Zernov.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru