Wall Street Berakhir Lebih Tinggi, Saham Apple Inc Melonjak

- Pewarta

Jumat, 22 Maret 2019 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat pagi (22/3/2019), karena saham-saham teknologi utama, khususnya Apple Inc, melonjak memberikan berkontribusi terhadap pasar secara keseluruhan.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 216,84 poin atau 0,84 persen, menjadi berakhir di 25.962,51 poin. Indeks S&P 500 meningkat 30,65 poin atau 1,09 persen, menjadi ditutup di 2.854,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 109,99 poin atau 1,42 persen, menjadi 7.838,96.

Saham-saham raksasa teknologi Amerika Serikat, atau yang disebut “FAANG” grup, Facebook, Apple Inc, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Apple Inc melonjak 3,68 persen menjadi 195,09 dolar AS per saham pada penutupan setelah seorang analis di Needham meningkatkan perikat sahamnya menjadi strong buy (beli kuat) dari sebelumnya buy (beli) menjelang “Acara Spesial Apple” minggu depan.

Kedua saham Western Digital dan Micron Technology melonjak lebih dari 9,00 persen, berada di antara saham-saham yang berkinerja terbaik di Nasdaq.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor teknologi naik 2,47 persen, mengungguli yang lain. Sementara sektor keuangan merosot 0,3 persen, satu-satunya sektor utama yang mengalami penurunan.

Saham Biogen anjlok lebih dari 29 persen pada penutupan, setelah raksasa farmasi itu mengatakan akan mengakhiri uji coba untuk obat Alzheimer yang sedang dikembangkannya.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 16 Maret, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran AS turun 9.000 menjadi 221.000 dari angka direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (21/3).

Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim pengangguran mencapai total 225.000. Angka klaim pengangguran tetap di bawah ambang batas 300.000, menandakan pasar tenaga kerja yang ketat di Amerika Serikat. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru