Wall Street Beragam, Microsoft Topang S&P 500

- Pewarta

Kamis, 28 April 2022 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok,

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok,

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Indeks S&P 500 berhasil menguat tipis ditopang saham Microsoft dan Visa.

Indeks Dow Jones Industrial Average terdongkrak 0,19% menjadi 33.301,93 poin. Indeks S&P 500 terangkat 0,21% menjadi 4.183,92 poin. Nasdaq Composite melemah 0,01% menjadi 12.488,93 poin.

Microsoft Corp menguat setelah perusahaan perangkat lunak kelas berat itu memberikan perkiraan pendapatan yang kuat, sementara jaringan pembayaran Visa Inc melonjak setelah memprediksi pendapatan di atas tingkat pra-pandemi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mengikuti aksi jual tajam sehari sebelumnya yang membuat Nasdaq turun ke penutupan terendah sejak Desember 2020 karena investor khawatir bahwa Federal Reserve AS mungkin menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan dalam perjuangannya melawan inflasi. 

Indeks layanan komunikasi S&P 500 turun 2,6%, dengan induk perusahaan Google Alphabet merosot 3,7% setelah melaporkan bahwa penjualan iklan YouTube triwulanan melambat dan pendapatannya meleset dari ekspektasi.

Di sisi lain, Facebook Meta Platforms Inc melonjak 9% setelah menyampaikan laporan kuartalannya. Selama sesi perdagangan saham perusahaan telah menurun 3,3%.

Hampir sepertiga dari perusahaan di S&P 500 telah melaporkan hasil keuangan minggu ini. Secara keseluruhan, laba mereka lebih baik dari yang diperkirakan, dengan hampir 80% dari 176 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan sejauh ini mengalahkan ekspektasi Wall Street.

Tesla Inc pulih 0,6% setelah penurunan 12% pada Selasa (27/4/2022) terkait dengan kekhawatiran bahwa kepala eksekutif Elon Musk mungkin harus menjual sahamnya untuk mendanai pembelian Twitter Inc senilai US$ 44 miliar.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,1 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,7 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru