Wall Street Anjlok Tertekan Perkiraan Suram Pertumbuhan Ekonomi Global

- Pewarta

Rabu, 10 April 2019 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada penutupan perdagangan Rabu pagi (10/4/2019), setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2019, dan investor mencerna data lowongan pekerjaan yang mengecewakan.

Laporan Xinhua menyebutkan Indeks Dow Jones Industrial Average turun 190,44 poin atau 0,72 persen, menjadi berakhir di 26.150,58 poin. Indeks S&P 500 berkurang 17,57 poin atau 0,61 persen, menjadi ditutup di 2.878,20 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 44,61 poin atau 0,56 persen, menjadi berakhir di 7.909,28 poin.

Saham American Airlines turun hampir 1,68 persen, setelah perusahaan pada Selasa (9/4/2019) memangkas pedoman pendapatannya untuk kuartal pertama, karena larangan terbang yang berlarut-larut dari jet Boeing 737 Max.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun saham Walt Disney naik 1,65 persen, karena lembaga keuangan terkemuka AS, Cowen, menaikkan peringkatnya pada raksasa hiburan menjadi outperform dari market perform mengutip sentimen positif.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri turun 1,4 persen, memimpin kemerosotan.

IMF pada Selasa (9/4/2019) menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,3 persen dalam laporan World Economic Outlook (Prospek Ekonomi Dunia) yang baru dirilis, turun 0,2 poin persentase dari estimasi pada Januari.

IMF mengatakan ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko penurunan yang disebabkan oleh ketidakpastian potensial dalam ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lainnya.

Baca juga: Dolar melemah dampak IMF pangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global

Di sisi ekonomi, lowongan pekerjaan AS menurun ke level terendah dalam hampir satu tahun, memicu kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi 7,1 juta pada hari kerja terakhir Februari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan Selasa (9/4/2019).

Lowongan pekerjaan menurun di sejumlah industri, dengan penurunan terbesar di bidang jasa-jasa akomodasi dan makanan, real estat, serta sewa dan leasing, diikuti oleh transportasi, pergudangan, dan utilitas. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru