Tertekan Sektor Keuangan, Saham Aussie Turun dari Tertinggi 11-Tahun

- Pewarta

Selasa, 30 April 2019 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (29/4/2019), setelah kerugian dalam saham sektor keuangan menyeret indeks acuan turun dari tingkat tertinggi 11-tahun, karena investor tetap berhati-hati menjelang laporan laba emiten bank.

Indeks S&P/ASX 200 ditutup turun 0,4 persen atau 26,10 poin menjadi 6.359,50 poin, menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut. Indeks acuan naik 0,1 persen pada perdagangan Jumat (26/4/2019) menjadi berakhir di tingkat tertinggi sejak Desember 2007.

Investor sedang menunggu pertemuan Federal Reserve AS minggu ini dan data pabrik China untuk petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan dan kesehatan ekonomi-ekonomi terbesar di dunia itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keuangan, sektor acuan terbesar, melihat hari terburuk mereka dalam lebih dari dua minggu. Komponen utama indeks Australia and New Zealand (ANZ) Banking Group dan National Australia Bank akan melaporkan laba semesteran mereka masing-masing pada Rabu (1/5/2019) dan Kamis (2/5/2019).

“Bank-bank adalah bagian yang sangat besar dari indeks Australia. Ada banyak pembicaraan di sekitar (laba bank) dengan beberapa laporan selama akhir pekan mengatakan bahwa laba mereka mungkin mengecewakan. Itu tentu saja mempengaruhi penjualan yang kita lihat hari ini,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.

Bank “Big Four” berada di zona merah dengan National Australia Bank sebagai penderita kerugian terbesar, merosot 0,9 persen. Indeks keuangan menghentikan kenaikan beruntun delapan hari menjadi berakhir 0,6 persen lebih rendah.

Indeks energi turun 0,7 persen karena harga minyak memperpanjang penurunan Jumat (26/4/2019) setelah Presiden Donald Trump menuntut agar klub produsen OPEC meningkatkan produksi untuk mengurangi dampak sanksi AS terhadap Iran.

Woodside Petroleum dan Oil Search masing-masing kehilangan 0,9 persen dan 1,2 persen.

Refiner Viva Energy Group jatuh 3,4 persen setelah memberi tanda bahwa segmen ritel energinya yang mendasari EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) akan mencapai 30 juta dolar Australia hingga 35 juta dolar Australia (21,2 juta dolar AS-24,7 juta dolar AS) hingga April.

Di tempat lain, jaringan toko bahan makanan terbesar kedua di Australia, Coles Group, mencatat kenaikan penjualan triwulanan di supermarket-supermarketnya dalam laba pasca-demerger pertama mereka.

Saham pengecer itu naik 0,3 persen ke penutupan tertinggi sejak awal Februari, sementara pesaingnya yang lebih besar Woolworths Group kehilangan 0,9 persen.

Saham-saham emas memperpanjang kenaikannya menjadi ditutup 0,7 persen lebih tinggi, karena emas batangan diperdagangkan pada tertinggi lebih dari satu minggu.

Sementara itu, indeks acuan S&P NZX 50 Selandia Baru ditutup naik 0,2 persen atau 18,20 poin, menjadi 10.012,77 poin. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru