Subsidi Bengkak, APBN Defisit Rp169,5 Triliun

- Pewarta

Kamis, 24 November 2022 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika menjelaskan APBN Kita, Kamis 24 November 2022/Youtube.

Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika menjelaskan APBN Kita, Kamis 24 November 2022/Youtube.

MEDIA EMITEN –Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp169,5 triliun atau 0,91% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Oktober 2022.

Meski pendapatan negara melonjak 44,5%, tetapi APBN mengalami defisit karena tingginya pertumbuhan belanja non kementerian/lembaga yang disebabkan realisasi belanja kompensasi dan subsidi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: APBN KITA November 2022 di Jakarta, Kamis 24 November 2022 menjelaskan, defisit terjadi akibat realisasi belanja negara yang sedikit lebih besar, yakni Rp 2.351,1 triliun dibanding pendapatan negara yang mencapai Rp 2.181,6 triliun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun realisasi defisit ini masih jauh dari target Rp 840,2 triliun atau 4,5% dari PDB pada akhir tahun ini,” kata dia.

Menurut Menkeu, realisasi belanja negara tumbuh 14,2% dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut meliputi belanja pemerintah pusat Rp 1.671,9 triliun yang tumbuh 18% (yoy) dan transfer ke daerah Rp 679,2 triliun atau meningkat 5,7% (yoy).

Belanja pemerintah pusat meliputi belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 754,1 triliun atau terkontraksi 9,5% (yoy), serta belanja non kementerian/lembaga Rp917,7 triliun atau tumbuh 57,4% (yoy).

Tingginya pertumbuhan belanja non kementerian/lembaga disebabkan realisasi belanja kompensasi dan subsidi yang masing-masing mencapai Rp 268,1 triliun dan Rp 184,5 triliun.

Di sisi lain, pendapatan negara tumbuh 44,5% (yoy) terdiriatas penerimaan perpajakan Rp1.704,5 triliun atau tumbuh 47% (yoy) serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 476,5 triliun atau naik 36,4%(yoy).

Penerimaan perpajakan meliputi penerimaan pajak Rp 1.448,2 triliun atau tumbuh 51,8% (yoy) serta kepabeanan dan cukai Rp 256,3 triliun atau tumbuh 36,4% (yoy).

Dengan realisasi defisit kas negara, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp 439,9 triliun atau turun 27,7%n (yoy). Sementara keseimbangan primer tercatat surplus Rp146,4 triliun.

“Turunnya pembiayaan anggaran ini menggambarkan adanya pembalikan ke arah APBN yang lebih baik,” kata Sri Mulyani.

Ia menjelaskan, masih terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) senilai Rp 270,4 triliun sebagai strategi dalam mewaspadai tahun 2023 yang kemungkinan akan mengalami volatilitas cukup tinggi.

Berita Terkait

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri
Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI
Reformasi Pajak Penghasilan 2025: Apa yang Perlu HR dan Karyawan Ketahui?
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Menkeu Sri Mulyani Kendalikan Bunga Utang di Tengah Badai Ekonomi
Sri Mulyani Luncurkan CWLS Dan Sukuk Ritel, Investasi Syariah Naik
IHSG dan Kapitalisasi BEI Catat Prestasi Bersejarah di ASEAN

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 16:00 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:01 WIB

Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri

Senin, 29 September 2025 - 19:20 WIB

Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI

Kamis, 11 September 2025 - 13:13 WIB

Reformasi Pajak Penghasilan 2025: Apa yang Perlu HR dan Karyawan Ketahui?

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:18 WIB

Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan

Berita Terbaru