Setelah Jatuh Kemarin, Harga Emas “Rebound” Akibat Ekuitas Melemah

- Pewarta

Kamis, 25 April 2019 - 01:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik moderat pada akhir perdagangan Kamis pagi (25/4/2019), didukung oleh pelemahan di pasar ekuitas Amerika Serikat (AS).

Emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 6,20 dolar AS atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada 1.279,40 dolar AS per ounce.

Setelah reli signifikan selama sesi sebelumnya, saham-saham di Wall Street turun pada perdagangan Rabu (24/4/2019). Pada tengah hari waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 25,76 poin atau 0,10 persen, menjadi 26.630,63 poin. Indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq mengikuti kejatuhan Dow.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika pasar ekuitas turun, emas berjangka biasanya naik, karena investor lebih terpikat pada aset-aset safe haven seperti emas daripada aset-aset berisiko seperti saham.

Namun, dolar AS yang lebih kuat membatasi kenaikan emas lebih lanjut. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,41 persen menjadi 98,00 pada pukul 17.19 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan merasakan tekanan, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), harga emas berjangka jatuh karena dolar AS dan pasar ekuitas AS menguat.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 12,5 sen AS atau 0,85 persen menjadi 14,916 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 5,20 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 888,60 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru