Sektor Teknologi Anjlok, IHSG Lanjutkan Koreksi

- Pewarta

Rabu, 12 Oktober 2022 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor Teknologi Anjlok, IHSG Lanjutkan Koreksi

Foto ilustrasi: pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia /Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 29,94 poin atau 0,43% ke posisi 6.909,21 pada penutupan perdagangan Rabu 12 Oktober 2022. Saham-saham sektor teknologi anjlok menekan IHSG.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 2,97%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor transportasi & logistik masing-masing minus 1,37% dan minus 1,24%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor energi sebesar 0,99%.

Sentimen global masih mendominasi pergerakan saham. Penguatan nilai tukar dolar AS dan guncangan di pasar obligasi Inggris menimbulkan kekhawatiran terjadinya resesi dunia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investor juga mempersiapkan diri menghadapi rilis data inflasi AS dan musim laporan keuangan kuartal III-2022.

Kekhawatiran mengenai inflasi menekan kinerja pasar saham seiring dengan tingkat inflasi yang tetap tinggi berujung pada konsumen mengurangi belanja mereka. Ini berpotensi bank sentral AS The Federal Reserve bersama bank-bank dunia utama di dunia menaikkan suku bunga acuan yang diperkirakan dapat memperlambat aktivitas ekonomi.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 2,7% dari proyeksi sebelumnya, 2,9% pada Juli.

Yang menarik, perdagangan hari ini diiringi oleh aksi beli investor asing senilai Rp 209,29 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp 27,38 miliar.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TFAS, ITMA, VICO, HATM, dan KIOS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UVCR, AMMS, IBOS, GEMA, dan ZONE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.172.314 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,62 miliar lembar saham senilai Rp13,39 triliun. Sebanyak 144 saham naik, 415 saham menurun, dan 127 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 4,42 atau 0,02% ke 26.396,83, indeks Hang Seng turun 131,33 atau 0,78% ke 16.701,03, indeks Shanghai menguat 45,72 poin atau 1,53% ke 3.025,51, dan indeks Straits Times melemah 10,3 poin atau 0,33% ke 3.094,7.

Berita Terkait

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Berita Terbaru