Sambut New Normal, ZINC Optimistis Harga Komoditas Membaik

- Pewarta

Jumat, 12 Juni 2020 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”), Emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (base metal) di Indonesia, menyambut baik skenario new normal atau tatanan hidup baru yang diusung pemerintah. Memasuki bulan Juni, Pemerintah Indonesia dan negara-negara di dunia bersiap untuk memasuki new normal yang ditandai dengan pemberlakuan pelonggaran lockdown. Bersamaan dengan keputusan itu, ZINC juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk menyesuaikan operasional dengan skenario new normal tersebut.

Direktur ZINC Hendra Susanto William menyampaikan, “Pelonggaran lockdown menuju skenario new normal yang diberlakukan hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia akan berdampak positif pada harga logam dasar termasuk komoditas seng (Zn) dan timbal (Pb). Harga komoditas seng (Zn) dan timbal (Pb) serta logam dasar lainnya mengalami penurunan dikarenakan pandemi penyakit virus corona (Covid-19), pemberlakuan lockdown sebagai Langkah pencegahan berpengaruh terhadap permintaan dan kebutuhan logam dasar. Pelonggaran diharapkan akan mengembalikan permintaan dan kebutuhan logam dasar sehingga harga logam dasar termasuk komoditas seng (Zn) dan timbal (Pb) ikut terangkat.”

Hendra melanjutkan bahwa dengan adanya pemberlakukan pelonggaran lockdown juga diharapkan akan mempermudah lalu lintas orang dan barang, sekaligus menggerakkan kembali.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

ekosistem bisnis kami. “Sebelumnya saat pemberlakuan lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, lalu lintas orang dan barang sedikit terhambat. Seperti kedatangan tenaga ahli asing yang bertanggung jawab dalam proyek smelter milik ZINC dan distribusi hasil tambang kami. Diharapkan pelonggaran ini akan mempermudah lalu lintas orang dan barang, dengan begitu proyek ZINC yang tertunda selama pandemi dapat dikejar.”

Terkait langkah-langkah penyesuaian operasional dengan skenario New Normal Hendra menambahkan “Menghadapi new normal, ZINC akan terus menerapkan langkah pencegahan penyebaran Covid-
19 yang telah dilakukan beberapa bulan terakhir di lokasi pertambangan dan perkantoran. Saat memasuki daerah tambang dan semua area kerja, pegawai diwajibkan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengikuti jam kerja yang diatur oleh manajemen,”

Sebagai catatan, pada tahun 2019 ZINC mencatatkan penjualan sebesar Rp885,1 miliar atau meningkat 17,3% dari Rp754,5 miliar pada tahun sebelumnya, sementara laba bersih ZINC meningkat 62,3% menjadi Rp178,8 miliar.

Selain itu, ZINC juga turut serta menunjukkan kepedulian dan dukungan terhadap penanggulangan pandemi Covid- 19. Sejak mewabah di Indonesia, ZINC telah menyumbangkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat dan perlengkapan medis seperti masker dan hand sanitizer ke lebih dari 10 Rumah Sakit yang tersebar di Jabodetabek dan Kalimantan. Selain menyumbangkan APD dan perlengkapan medis, ZINC juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di sekitar Jakarta dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (bud)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru