Saham Unggulan Rontok, IHSG Anjlok 1,1%

- Pewarta

Rabu, 4 Januari 2023 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Layar monitor pergerakan saham di BUrsa Efek Indonesia/Dok.

Foto ilustrasi: Layar monitor pergerakan saham di BUrsa Efek Indonesia/Dok.

MEDIA EMITEN –Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 75,52 poin atau 1,1%menjadi 6.813,24 pada penutupan perdagangan Rabu 4 Januari 2023 seiring rontoknya harga saham-saham unggulan LQ 45. Indeks LQ45 turun 11,92 poin atau 1,27% ke posisi 928,53.

Sentimen resesi menghantui investor sehingga ada akhir perdagangan banyak yang menjual saham-sahamnya. Sementara itu, investor asing masih terus keluar dari pasar saham Indonesia dengan mencatatkan penjualan besih (net foreign sell) untuk hari ketiga berturut-turut sebesar Rp 437,65 miliar di seluruh pasar.

Net sell terbanyak pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 328,16 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 95,39 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 71,56 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 29,86 miliar, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 26,46 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar berhati-hati menjelang rilis risalah Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed). Namun pelaku pasar memprediksi adanya pemangkasan suku bunga acuan pada akhir 2023 dengan Fed Funds Rate diperkirakan berada di kisaran 4,25 – 4,5% pada Desember 2023.

Investor berharap risalah rapat The Fed akan memperlihatkan para pejabat The Fed mengurangi atau memperlambat rencana kenaikan suku bunga akibat munculnya sinyal perlambatan aktivitas ekonomi.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 3,2%, diikuti sektor perindustrian dan sektor kesehatan masing-masing turun 2,12% dan 1,78%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor teknologi sebesar 0,24%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu DCII, MKPI, SHID, INCO, dan IBST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni DSSA, UNTR, ITMG, GGRM, dan INKP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.194.895 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17 miliar lembar saham senilai Rp9,71 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 369 saham menurun, dan 173 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei turun 377,6 atau 1,45% ke 25.716,9, Indeks Hang Seng naik 647,82 atau 3,22% ke 20.793,11, Indeks Shanghai menguat 7,01 poin atau 0,22% ke 3.123,52, dan Indeks Strait Times melemah 3,34 poin atau 0,1% ke 3.242,46.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru