Saham Meta Pllatform Angkat Nasdaq Naik 3%

- Pewarta

Jumat, 29 April 2022 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks Nasdaq melesat 3% lebih menyusul laporan kuartalan yang kuat dari Meta Platform. Saham-saha teknologi yang terpukul beberapa hari ini, semalam naik tajam.

Saham Meta Platform, induk Facebook melejit 17,6% setelah jejaring sosial itu melaporkan laba yang lebih besar dari perkiraan dan pulih dari penurunan pengguna.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor layanan teknologi dan komunikasi memimpin kenaikan, masing-masing melonjak 4,04% dan 3,89%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dow Jones Industrial Average melambung 614,46 poin atau 1,85%, menjadi 33.916,39 poin. Indeks S&P 500 bertambah 103,54 poin atau 2,47% menjadi 4.287,50 poin. Nasdaq Composite melonjak 382,60 poin atau 3,06% menjadi ditutup pada 12.871,53 poin.

Saham teknologi lainnya, Qualcomm melonjak 9,7% , setelah pembuat chip itu memperkirakan pendapatan kuartal ketiga di atas ekspektasi analis. Saham raksasa teknologi AS lainnya, seperti Apple, Amazon, Netflix, dan induk Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi.

Apple Inc perusahaan paling berharga di dunia, dan raksasa e-commerce Amazon.com Inc keduanya menguat lebih dari 4% menjelang laporan keuangan triwulanan mereka di kemudian hari.

Sebelunya, investor telah membuang saham-saham pertumbuhan tinggi selama berminggu-minggu, karena kekhawatiran tentang inflasi, kenaikan suku bunga dan potensi perlambatan ekonomi. Bahkan dengan kenaikan kuat pada Kamis (28/4), Nasdaq yang berbasis teknologi turun hampir 10% pada April, berada di jalur penurunan satu bulan terdalam sejak Maret 2020.

“Ketika suku bunga, jalur inflasi, dan apa yang akan dilakukan The Fed sangat fluktuatif, itu berarti perkiraan harga setiap aset lain jauh lebih sulit,” kata Zach Hill, kepala Strategi Portofolio di Horizon Investments di Charlotte, North Carolina.

Ekonomi AS secara tak terduga berkontraksi pada kuartal pertama karena kasus COVID-19 melonjak lagi, dan uang bantuan pandemi pemerintah turun.

Penurunan pertama dalam produk domestik bruto sejak resesi pandemi pendek dan tajam hampir dua tahun lalu, dilaporkan oleh Departemen Perdagangan, sebagian besar didorong oleh defisit perdagangan yang lebih luas karena impor melonjak, dan perlambatan laju akumulasi persediaan.

Perang Ukraina, penguncian COVID China, dan lonjakan inflasi telah membebani prospek ekonomi global, memicu volatilitas menjelang pertemuan Federal Reserve Mei minggu depan. Pengamat Fed memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 12,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,8 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir. Di seluruh pasar saham AS, saham yang naik melebihi jumlah yang turun dengan rasio 2,6 banding satu.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru