Saham Australia Tergelincir karena Penurunan Tajam Pengangguran

- Pewarta

Jumat, 20 Desember 2019 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (19/12/2019), karena rilis angka pekerjaan dan dolar Aussie yang lebih kuat memicu penurunan indeks.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 18,30 poin atau 0,27 persen menjadi 6.833,10 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 14,40 poin atau 0,21 persen pada 6.942,60 poin.

Setelah mengawali perdagangan cenderung datar, rilis data pekerjaan lokal memicu penurunan di pasar saham Aussie, dengan kerugian dipimpin oleh saham-saham energi dan kesehatan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Para ekonom memperkirakan 15.000 pekerjaan ditambahkan ke ekonomi selama November dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 5,3 persen,” kata analis pasar Commsec, James Tao.

“Angka-angka terbaru menunjukkan 39.900 pekerjaan ditambahkan meskipun sebagian besar di pekerjaan paruh waktu. Yang penting, tingkat pengangguran turun menjadi 5,2 persen. Dolar Aussie awalnya melonjak menjadi 68,8 sen AS tetapi sejak itu menetap di sekitar 68,7 sen AS.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia tenggelam dengan Commonwealth Bank turun 0,21 persen, Westpac Bank turun 0,45 persen dan ANZ turun 0,56 persen dan National Australia Bank turun 1,11 persen.

Saham-saham pertambangan bervariasi dengan BHP turun 0,65 persen, Rio Tinto naik 0,02 persen, Fortescue Metals naik 0,64 persen dan penambang emas Newcrest naik 0,21 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melemah dengan Oil Search turun 1,46 persen, Santos turun 0,94 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,17 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam dengan Coles naik 0,39 persen, dan Woolworths turun 0,11 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,81 persen, operator penerbangan nasional Qantas terangkat 1,09 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 1,55 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru