MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah terkoreksi dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ada Selasa 17 Januari Rp 15.154 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.019 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup turun tajam 120 poin atau 0,8% ke posisi Rp 15.165 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.045 per dolar AS per dolar AS.
Pasar menunggu dan menantikan hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk kebijakan BI mendatang terkait suku bunga acuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Kamis (19/1) BI diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Kenaikan suku bunga tersebut bertujuan untuk menahan laju inflasi karena harga komoditas dalam negeri cukup melambung tinggi.
Selain itu, pergerakan rupiah juga dipengaruhi sentimen global, khusunya data eksternal setelah China merilis pertumbuhan ekonominya hanya 3%, di bawah ekspektasnya kan 5,5%
Ini mengindikasikan perlambatan ekonomi global sudah terlihat. Kekhawatiran akan resesi global yang diperkuat oleh survei Forum Ekonomi Dunia yang menunjukkan bahwa dua pertiga dari para ekonom yang disurvei memperkirakan resesi tahun ini.
Faktor eksternal lain yang mempengaruhi pelemahan rupiah hari ini adalah kemungkinan kebijakan dari Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) untuk menaikkan suku bunga. Perubahan kebijakan tersebut juga akan menambah penguatan dolar AS sehingga rupiah akan kembali melemah.
Faktor lainnya adalah perang di Ukraina yang sampai saat ini terus berkecamuk, yang memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga komoditas.
Rupiah pada pagi hari dibuka turun ke posisi Rp 15.128 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.117 per dolar AS hingga Rp 15.180 per dolar AS.







