Rupiah Menguat, Dolar AS di Bawah Rp 15.000

- Pewarta

Jumat, 31 Maret 2023 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Rupiah menguat terhadap dolar AS/Dok.

Foto ilustrasi: Rupiah menguat terhadap dolar AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS terus menguat hingga tembus di bawah Rp 15.000 pada akhir perdagangan Jumat 31 Maret 2023.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada menguat ke posisi Rp14.977 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.062 per dolar AS.

Sedangkan rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 51 poin atau 0,34% ke posisi Rp 14.996 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.047 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penguatan rupiah ditopang pelemahan indeks dolar AS (DXY). Indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 102,2. Indeks dolar AS adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Investor menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Februari yang akan dirilis Jumat setelah angka Januari menunjukkan percepatan tajam dalam belanja konsumen.

Tiga pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve memberi sinyal untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut yang ditujukan guna menurunkan inflasi, dengan dua mencatat masalah sektor perbankan dapat menghasilkan cukup hambatan pada perekonomian.

Pedagang berjangka dana Fed sekarang memperkirakan peluang 55% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Fed 2-3 Mei.

Data sebelumnya menunjukkan klaim pengangguran AS minggu lalu naik lebih dari yang diharapkan dari minggu sebelumnya, menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin.

Secara terpisah, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal keempat 2022 sedikit lebih rendah pada 2,6% dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 2,7%, keduanya mendukung kasus kebijakan Fed yang lebih lunak.

Sementara dari dalam negeri, pasar masih menunggu data inflasi yang akan dipublikasikan pada pekan depan. Ekspektasi pasar bahwa inflasi mungkin masih akan tinggi secara bulanan, karena ada efek kenaikan harga bahan makanan seperti beras.





Berita Terkait

Persrilis.com dan New Media Network Luncurkan Solusi Distribusi Press Release dengan Audiens Lebih Luas
Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma
Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri
Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI
Reformasi Pajak Penghasilan 2025: Apa yang Perlu HR dan Karyawan Ketahui?
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Menkeu Sri Mulyani Kendalikan Bunga Utang di Tengah Badai Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:13 WIB

Persrilis.com dan New Media Network Luncurkan Solusi Distribusi Press Release dengan Audiens Lebih Luas

Senin, 18 Mei 2026 - 06:18 WIB

Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma

Kamis, 20 November 2025 - 16:00 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:01 WIB

Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri

Senin, 29 September 2025 - 19:20 WIB

Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI

Berita Terbaru