MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah melemah dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia terdepresiasi menjadi Rp 15.642 per dolar AS pada Senin 12 Desember 2022, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.587 per dolar AS. Pasar menunggu rilis data inflasi AS.
Sementara itu, di pasar antarbank rupiah ditransaksikan melemah 45 poin atau 0,29% ke posisi Rp 15.628 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.583 per dolar AS.
Pelemahan rupiah karena naiknya dolar AS di tengah pasar yang menunggu data inflasi. Pelaku pasar juga mempertimbangkan data ekonomi AS pada pekan lalu yang menunjukkan Inflasi Harga Produsen (PPI) AS tumbuh 0,3% pada November, di atas estimasi pasar untuk pertumbuhan 0,2%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data inflasi produsen AS menunjukkan tren inflasi yang moderat. Hal itu meningkatkan kekhawatiran di antara pelaku pasar bahwa laporan inflasi harga konsumen yang dirilis pekan ini, yang dirilis sebelum keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) bulan Desember, juga bisa mengejutkan untuk bergerak ke atas.
Beberapa data ekonomi yang dirilis menunjukkan bahwa suku bunga mungkin harus dinaikkan lebih lanjut dan tetap tinggi lebih lama untuk menurunkan inflasi yang masih sangat tinggi.
Bank sentral AS, The Fed, telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) untuk empat pertemuan terakhir secara beruntun. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada tanggal 13-14 Desember.
Investor secara luas saat ini memperkirakan The Fed akan menerapkan kenaikan suku bunga sebesar 50 bps dan berharap para pejabat akan berikan wawasan baru tentang prospek ekonomi AS dan kebijakan moneter.







