MEDIA EMITEN – Mata uang rupiah kembali melemah, tembus Rp 15.500 per dolar AS. Kurs Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Kamis 20 Oktober 2022 tercatat Rp 15.579 atau melemah 88 poin atau 0,56% dibanding hari sebelumnya.
Di pasar antarbank, rupiah ditutup melemah 74 poin atau 0,47% ke posisi Rp15.572 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.498 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan tekanan dari sisi arus modal asing meningkat, terutama dalam bentuk investasi portofolio, seiring dengan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu, BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,25% menjadi 4,75%, setelah pada bulan lalu turut meningkatkan bunga acuan dengan besaran yang sama. Selain bunga acuan, bank sentral turut menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4% dan 5,5%.
BI menyebut keputusan itu sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi atau overshooting.
Selain itu, keputusan tersebut untuk memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 2-4% lebih awal, yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Fokus pasar masih dihantui bayangan resesi global. Pelaku pasar mengkhawatirkan kenaikan suku bunga bank sentral di berbagai negara untuk menahan inflasi dapat mendorong ekonomi global mengalami kontraksi.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Sejumlah komentar hawkish dari pejabat bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), mengguncang pasar minggu ini. Salah satunya komentar dari Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari yang memperingatkan bahwa inflasi yang terlalu panas dapat memacu The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan di atas 4,75%, level tertinggi sejak 2007.







