MEDIA EMITEN – Presiden Joko Widodo mengatakan, pendapatan negara dalam RAPBN 2024 sebesar Rp 2.781.3 triliun, sedangkan belanja negara Rp 3.304,1 triliun sehingga defisit sebesar 2,2% atau Rp 5228 triliun.
Dalam pidato penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2024 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2023 – 2024, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu 1 Agustus 2023, Presiden menngatakan, pendapatan negara direncanakan dari penerimaan perpajakan Rp2.307,9 triliun dan PNBP sebesar Rp473,0 triliun, serta hibah sebesar Rp0,4 triliun.
Sementara belanja negara dialokasikan sebesar Rp3.304,1 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.446,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp857,6 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan keseimbangan primer negatif ditargetkan sebesar Rp25,5 triliun dan didorong bergerak menuju positif. Defisit anggaran sebesar 2,2% dari pendapatan domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp522,8 triliun.
Sementara itu, tingkat pengangguran pada 2024 juga diharapkan dapat ditekan pada kisaran 5% hingga 5,7%, disusul angka kemiskinan dalam rentang 6,5% hingga 7,5%.
“Rasio gini dalam kisaran 0,374 hingga 0,377, serta Indeks Pembangunan Manusia dalam rentang 73,99 hingga 74,02,” kata Jokowi.
Pada 2024, pemerintah juga menargetkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dapat ditingkatkan masing-masing mencapai 105 sampai dengan 108 dan 107 sampai dengan 110.







