Perang Tarif dengan AS, Seret Yuan ke Posisi Terlemah Sejak Desember

- Pewarta

Selasa, 14 Mei 2019 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs yuan China jatuh ke tingkat terendah terhadap dolar AS sejak Desember pada akhir perdagangan Selasa pagi (14/5/2019), karena perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China meningkat, dengan masing-masing negara menaikkan tarif barang satu sama lainnya.

China berencana untuk mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang Amerika Serikat senilai 60 miliar dolar AS, kata kementerian keuangan pada Senin (13/5/2019), setelah Amerika Serikat mengumumkan kenaikan tarif terhadap 200 miliar dolar AS produk-produk China pada Jumat (10/5/2019).

Presiden AS Donald Trump mengatakan Beijing “melanggar kesepakatan” dengan mengingkari komitmen sebelumnya yang dibuat selama negosiasi berbulan-bulan, sementara China mengatakan pada Minggu (12/5/2019) bahwa pihaknya tidak akan menelan “buah pahit” yang merusak kepentingannya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yuan melemah menjadi 6,92 terhadap dolar AS, tingkat terendah sejak 24 Desember. China diperkirakan akan melakukan intervensi untuk menghentikan penurunan tujuh persen terhadap dolar AS.

Ketegangan yang meningkat antara kedua negara juga meningkatkan kekhawatiran bahwa China akan menjual kepemilikan surat utang pemerintah AS yang besar sebagai hukuman atau sebagai taktik negosiasi melawan Amerika Serikat.

Itu menekan greenback terhadap mata uang safe haven yen Jepang dan franc Swiss. Dolar AS juga sempat melemah terhadap euro, sebelum mengurangi kembali kerugiannya.

“Mereka memiliki bagian yang cukup besar dari surat utang AS dan itu membuat pasar sedikit ketakutan dan telah membuat perdagangan dolar AS defensif terhadap beberapa mata uang utama lainnya,” kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto

Euro juga dapat diuntungkan terhadap dolar AS karena zona euro memiliki surplus neraca pembayaran, dan “pada saat perang perdagangan, surplus mata uang cenderung cukup baik,” kata Rai.

Investor juga fokus pada apakah Trump akan mengenakan tarif pada mobil dan suku cadang impor karena pembicaraan berlanjut dengan Uni Eropa dan Jepang.

Trump menerima laporan investigasi “Bagian 232” pada Februari, secara luas diyakini telah menyimpulkan bahwa impor suku cadang mobil dan mobil berisiko bagi keamanan nasional. Masa pembahasan 90 hari presiden akan berakhir pada 18 Mei.

“Pasar mengharapkan bahwa pemerintah Trump akan memperpanjang batas waktu itu. Jika tidak ada indikasi bahwa mereka akan melihat ekuitas mendapat sedikit pukulan minggu ini,” kata Rai.

Sterling juga tergelincir ke tingkat terendah dalam dua minggu di tengah kekhawatiran bahwa parlemen Inggris akan gagal mencapai kesepakatan lintas partai tentang Brexit.

Hingga 150 anggota parlemen dari oposisi Partai Buruh Inggris akan menolak perjanjian yang tidak termasuk dalam referendum, kata seorang anggota parlemen Partai Buruh yang disebut sebagai menteri bayangan Brexit, Keir Starmer kepada surat kabar Guardian. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru