Pemilihan Presiden Amerika Serikat Resmi Dimenangkan Joe Biden

- Pewarta

Minggu, 8 November 2020 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) resmi di menangkan oleh pasangan Joe Biden dan Kamala Haris, Sabtu (7/11/2020) malam waktu setempat. Hal tersebut, membuat Biden mendepak Donald Trump dari Gedung Putih.

Tidak hanya itu, Pemilu AS 2020 kali ini juga rupanya berhasil mencatat berbagai sejarah baru. Tidak tanggung-tanggung, pemilu yang digelar di tengah pandemi ini setidaknya mencatatkan empat rekor baru. 

Lalu apa saja fakta-fakta menarik seputar Pemilu AS 2020, yang telah berjalan beberapa minggu terakhir ini? Berikut ringkasan yang berhasil RRI rangkum dari beberapa sumber, diantaranya: 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Digelar Saat Pandemi

AS menjadi salah satu negara yang tetap menggelar pemilu meski di tengah pandemi COVID-19. Saat ini, jumlah kasus di AS sudah mencapai lebih dari 9.95 juta kasus. Dari jumlah itu, ada lebih dari 230 ribu pasien corona yang meninggal dunia. 

Sayangnya, Pemilu AS 2020 berpotensi mendatangkan gelombang penularan baru. Apalagi, pemilu ini juga diwarnai aksi demonstrasi dan pesta kemenangan hingga melanggar protokol kesehatan serta jam malam di beberapa negara bagian.

2. Tiga Kali Calonkan Diri

Pemilu AS 2020 merupakan kali ketiga bagi Biden, mencoba mencalonkan diri sebagai Presiden AS. Sebelumnya, ia pernah mencoba mencalonkan diri melalui Partai Demokrat pada tahun 1988 dan 2008, namun gagal. 

Baru di Pemilu 2020, Biden berhasil lolos menjadi calon Presiden AS dari Partai Demokrat. Tidak hanya itu, ia juga berhasil memenangkan pertarungan melawan petahana Donald Trump dengan suara elektoral 279. 

3. Wapres AS Perempuan Pertama

Wakil Presiden AS Terpilih, Kamala Harris, juga memecahkan rekor sebagai Wakil Presiden AS perempuan pertama sepanjang sejarah. Tidak hanya itu, Kamala juga merupakan perempuan kulit hitam dan keturunan Afrika-India pertama yang menjadi Wapres AS. 

Salah satu alasan Biden memilihnya menjadi wapres, adalah untuk mendongkrak pemilih kulit berwarna. Apalagi, saat ini, situasi di AS masih tidak kondusif akibat pembunuhan warga kulit hitam, misalnya kasus George Floyd di Minneapolis Mei lalu. 

Pada 3 November lalu, Biden pernah berjanji akan memilih perempuan sebagai pasangannya di Pemilu AS. Setelah membahas rencana tersebut dengan berbagai pihak, termasuk istri Biden, Jill Biden, akhirnya pilihan tersebut jatuh ke tangan Kamala Harris. 

4. Hubungan Kamala dengan Keluarga Biden

Kamala Harris bukan orang asing di lingkaran keluarga Biden. Sebelum menjadi wakil presiden, Kamala merupakan teman dekat anak Joe Biden, Joseph Robinette “Beau” Biden III. 

Saat itu, Kamala menjabat sebagai Jaksa Agung California, sedangkan Beau, adalah Jaksa Agung Delaware. Namun, pada 2015, Beau meninggal akibat kanker otak. 

5. Trump Pernah Sumbang Kampanye Kamala

Sebelum menjadi lawan politik di Pilpres 2020, sebenarnya Donald Trump pernah menyokong kampanye Kamala Haris. Pada tahun 2011 dan 2013 silam, Trump menyumbang total 6 ribu USD untuk menjadikan Kamala Jaksa Agung di California. 

Namun, tidak hanya Trump, putrinya, Ivanka Trump, juga ikut memberikan sumbangan ke Kamala Haris. Saat itu, Ivanka menyerahkan 2 ribu USD pada 2014 untuk hal yang sama. 

6. Suara Populer di Pemilu AS Terbanyak

Joe Biden berhasil memecahkan rekor popular voters terbanyak sepanjang sejarah AS. Di Pemilu AS 2020, ia tercatat mendapatkan 74.857.880 suara atau 50,6 persen. 

Dengan angka tersebut, ia resmi mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Barack Obama. Saat Pemilu AS 2008, Obama mendapatkan 69.498.516 suara. 

7. Kemenangan Demokrat di Georgia

Biden berhasil mengembalikan kemenangan Partai Demokrat di Georgia. Sejak masa keemasan Bill Clinton di Pilpres AS 1992, Partai Demokrat belum pernah menang lagi di Georgia. 

Di negara bagian tersebut, Biden berhasil menang tipis melawan Donald Trump. Ia mendapatkan 49.5 persen, sedangkan Trump 49.3 persen. Kemenangan ini membuat Biden mengantongi tambahan 16 suara elektoral. 

8. Kemenangan Pertama Partai Demokrat di Arizona

Tidak hanya di Georgia, Biden juga mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Arizona. Di sana, Biden berhasil memperoleh suara 49,6 persen dan mengantongi 11 suara elektoral. 

Partai Demokrat juga terakhir kali memenangkan pemilu di Arizona di masa pencalonan Bill Clinton. Saat itu, di Pemilu AS 1996, Bill Clinton yang berpasangan dengan Al Gore berhasil menang telak dari pasangan Bob Dole-Jack Kemp. (rad)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru