Pasar Saham Australia Menuju Kejatuhan Mingguan Terburuk Pada 2019

- Pewarta

Jumat, 4 Oktober 2019 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Ini adalah “pertumpahan darah” di pasar saham Australia pada Kamis (3/10/2019), dengan kekhawatiran akan resesi global yang menyebabkan kerugian besar di setiap sektor, merayap menuju kejatuhan mingguan terburuk pada 2019.

Pada penutupan perdagangan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 146,90 poin atau 2,21 persen menjadi 6.493,00 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 141,60 poin atau 2,10 persen pada 6.611,70 poin.

“Pasar Australia mengalami hari terburuk dalam tujuh minggu karena kekhawatiran perlambatan global terus berlanjut,” analis pasar Commsec, Steven Daghlian mengatakan kepada investor dalam catatan sore, dikutip dari Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini mengikuti kejatuhan besar untuk saham di AS dan Eropa karena data ekonomi yang umumnya mengecewakan pada pekerjaan dan manufaktur dalam beberapa hari terakhir serta kekhawatiran perang perdagangan yang meluas.”

Dengan sekitar 50 miliar dolar AS dihapus dari pasar hanya dalam dua hari terakhir, Daghlian mengatakan, “pasar lokal berada di jalur untuk mencatat penurunan mingguan terburuk 2019.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot dengan Commonwealth Bank turun 2,84 persen, Westpac Bank turun 2,43 persen, National Australia Bank turun 3,52 persen dan ANZ turun 2,67 persen.

Saham-saham pertambangan turun tajam dengan BHP jatuh 3,17 persen, Rio Tinto anjlok 4,22 persen dan Fortescue Metal merosot 3,21 persen, namun penambang emas Newcrest meningkat 2,75 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas berkurang dengan Woodside Petroleum jatuh 3,06 persen, Santos anjlok 4,08 persen dan Oil Search turun 2,23 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia juga jatuh dengan Coles Group turun 1,97 persen dan Woolworths turun 2,16 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra anjlok 3,41 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas merosot 1,56 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 2,40 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru