Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, dengan sebagian besar sektor menguat kecuali teknologi informasi yang turun tajam.
Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 47,40 poin atau 0,70 persen menjadi 6.814,20 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 42,40 poin atau 0,62 persen menjadi 6.914,10 poin.
Sektor kebutuhan pokok konsumen melonjak, diikuti oleh layanan komunikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pemain individu terbesar adalah perusahaan susu, A2 Milk yang melonjak 11,23 persen setelah merevisi prediksi pendapatan tahunan lebih tinggi.
“Grup perusahaan susu pada RUPS-nya mengatakan mereka memperkirakan penjualannya meningkat pada semua pasarnya dan mengantisipasi pendapatan meningkat sebanyak 30 persen antara Juli dan Desember menjadi antara 780-800 juta dolar Australia (530-544 juta dolar AS),” analis pasar Commsec, Steven Daghlian mengatakan.
“A2 Milk juga telah menandai peningkatan margin, hingga 84 persen pertumbuhan di China dan dua kali lipat penjualan di AS.”
Sementara itu sektor material dan industri juga melonjak, seperti halnya perawatan kesehatan dan bank.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Saham-saham teknologi informasi anjlok, terbebani oleh perusahaan perangkat lunak, Technology one and Wisetech, yang kinerjanya buruk meski berada di jalur untuk memenuhi target tahunan.
Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia beragam dengan Commonwealth Bank naik 0,41 persen, National Australia Bank turun 0,18 persen, Westpac Bank naik 0,38 persen dan ANZ naik 0,47 persen.
Saham-saham pertambangan menguat dengan BHP naik 0,29 persen, Rio Tinto naik 0,90 persen, Fortescue Metals naik 2,65 persen dan penambang emas Newcrest naik 1,16 persen.
Produsen-produsen minyak dan gas bervariasi dengan Oil Search turun 0,27 persen, Santos naik 0,37 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,53 persen.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Supermarket terbesar Australia bertambah dengan Coles naik 0,32 persen dan Woolworths naik 1,21 persen.
Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 1,41 persen, maskapai nasional Qantas meningkat 2,15 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,84 persen. (pep)








