Pasar Saham Australia Berakhir Turun dengan Setiap Sektor Melemah

- Pewarta

Kamis, 31 Oktober 2019 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infofinansial.com, Sydney – Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (30/10/2019), karena para investor berhati-hati menjelang serangkaian data ekonomi domestik dan internasional yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.

Pada penutupan perdagangan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 55,90 poin atau 0,83 persen menjadi 6.689,50 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 53,80 poin atau 0,79 persen menjadi 6.794,70 poin.

“Untuk pertama kalinya dalam delapan sesi perdagangan, pasar saham Australia telah menemukan dirinya di wilayah negatif,” analis pasar Commsec, Steven Daghlian mengatakan kepada investor dalam laporan pasar sore.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tampaknya ada beberapa kehati-hatian menjelang akhir yang sibuk untuk minggu ini, dari keputusan suku bunga di AS dan Jepang, hasil keuntungan dari Apple dan Facebook, serta dua bank utama kami [di Australia] di dua sesi berikutnya.”

“Tapi hari ini yang menyeret kami sedikit lebih rendah adalah pembaruan inflasi yang sejalan dengan ekspektasi untuk kuartal September. Harga konsumen hanya naik 0,5 persen selama periode itu dan naik 1,7 persen untuk tahun ini.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah dengan Commonwealth Bank turun 0,96 persen, Westpac Bank turun 0,63 persen, National Australia Bank turun 0,62 persen dan ANZ turun 1,04 persen.

Saham-saham pertambangan merosot dengan BHP turun 1,15 persen, Rio Tinto turun 1,09 persen, Fortescue Metals turun 1,90 persen dan penambang emas Newcrest turun 2,20 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas tersendat dengan Woodside Petroleum turun 0,52 persen, Santos turun 0,24 persen dan Oil Search turun 1,24 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia merosot dengan Coles Group turun 1,13 persen dan Woolworths turun 1,41 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra berkurang 1,69 persen, operator nasional Qantas menguat 0,92 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,57 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru