Pasar Saham Aussie Sentuh Level Tertinggi 12 Tahun

- Pewarta

Kamis, 25 April 2019 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia melonjak pada perdagangan Rabu (24/4/2019), berakhir di level tertinggi dalam 12 tahun dengan saham sektor perbankan dan layanan kesehatan memimpin kenaikan, karena data inflasi yang lemah mendorong prospek penurunan suku bunga pada awal Mei.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 62,70 poin atau 0,99 persen menjadi 6.382,10 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 59,50 poin atau 0,93 persen menjadi 6.470,60 poin.

Data menunjukkan inflasi melambat tajam pada kuartal terakhir ke level terendah dalam tiga tahun, meningkatkan harapan untuk penurunan suku bunga, mungkin pada awal Mei.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), mengatakan awal bulan ini bahwa jika inflasi gagal melakukan akselerasi seperti yang diinginkan dan pengangguran tiba-tiba cederung lebih tinggi, maka suku bunga akan perlu dipotong dari rekor terendah 1,5 persen.

Pasar saham Australia mencapai, “level terbaik sejak krisis keuangan global (GFC) lebih dari satu dekade lalu,” kata analis pasar commsec James Tao.

“Membantu meningkatkan pasar pada awalnya adalah fakta bahwa indeks S&P500 dan Nasdaq di AS mencapai tertinggi sepanjang masa semalam, karena laba sejumlah perusahaan AS yang lebih baik dari yang diperkirakan.”

Sebagian besar sektor melonjak dengan saham teknologi dan kesehatan memimpin kenaikan, naik lebih dari dua persen, namun sektor sumber daya merosot dengan material sangat membebani dan energi juga mengurangi nilainya.

“Penguatan dalam dolar AS telah memberikan tekanan turun pada harga-harga komoditas, khususnya harga logam dasar,” kata Tao.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia menguat, dengan Commonwealth Bank naik 1,19 persen, Westpac Bank naik 1,40 persen, ANZ naik 1,11 persen dan National Australia Bank naik 1,20 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan Rio Tinto turun 0,83 persen, Fortescue Metals turun 1,94 persen, BHP turun 0,39 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,64 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas beragam, dengan Oil Search turun 0,24 persen, Santos turun 0,27 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,55 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia menguat, dengan Coles naik 0,72 persen, dan Woolworths naik 0,82 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 0,30 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas naik ,96 persen dan perusahaan biomedis CSL melonjak 2,40 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru