Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Senin pagi (2/1/2019), menyusul lonjakan aset-aset berisiko, sehingga optimisme kembali ke pasar.
Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 31,20 poin atau 0,53 persen menjadi 5.910,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 33,80 poin atau 0,57 persen pada 5.975,00 poin.
“Aset-aset berisiko melompat lebih tinggi pada Jumat (18/1) malam meskipun kurangnya pemicu spesifik,” kata kepala analis pasar CMC Markets, Michael McCarthy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Minyak melonjak tiga persen, tembaga, bijih besi dan baja juga menguat, dan indeks saham utama di Eropa dan Amerika Serikat naik dari satu persen hingga 2,5 persen.”
Indeks lokal melihat kenaikan luas di semua sektor kecuali utilitas yang turun seperempat persen.
Energi melonjak, demikian pula consumer discretionaries dan teknologi informasi.
“Namun penguatan dolar AS membatasi kenaikan mata uang komoditas, dan aset-aset `safe haven`, seperti obligasi dan emas yang melanjutkan penurunan mereka baru-baru ini,” kata McCarthy.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia bangkit dengan Commonwealth Bank naik 0,27 persen, ANZ naik 0,46 persen, National Australia Bank naik 0,32 persen, dan Westpac Bank naik 0,23 persen.
Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih tinggi, dengan BHP naik 0,73 persen, Fortescue Metals naik 1,51 persen dan Rio Tinto naik 0,26 persen, namun penambang emas Newcrest turun 1,44 persen.
Produsen-produsen minyak dan gas juga terangkat, dengan Oil Search naik 0,39 persen, Santos naik 1,65 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,56 persen.
Jaringan supermarket terbesar Australia beragam, dengan Coles naik 2,03 persen, dan Woolworths turun 0,07 persen.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Sementara itu, sebut Xinhua, raksasa telekomunikasi Telstra naik tipis 0,17 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas menguat 0,24 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,72 persen. (pep)








